Usai
diguyur hujan lebat, 16 rumah di Perumahan Griya Senggarang Permai dan
Rumah Penampungan WNI korban perdagangan orang, di Kelurahan Pinang
Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur luluh lantak usai dihantam puting
beliung.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (23/2), sekitar pukul 11.30 WIB itu
berlangsung dua jam. Akibatnya seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI)
yang berada di rumah penampungan WNI korban perdagangan orang mengalami
luka akibat terhempas dihantam angin puting beliung.
"Saya waktu itu mau masuk kamar mandi. Tiba-tiba pintu kaca itu
terbang dan langsung menghantam saya," kata Tukiman, TKI asal Jawa Timur
itu yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Jumat (24/2).
Luka yang dialami Tukiman terdapat di bagian kaki, paha, dan perut
karena terkena pecahan kaca. "Saya langsung dilarikan ke Puskesmas
terdekat," tuturnya.
Penuturan serupa juga dikatakan pegawai RPTC, Rian, 27. Dikatakannya
kejadian puting beliung di tempat kerjanya terjadi begitu cepat. Semua
orang yang berada di dalam penampungan TKI merasa ketakutan.
"Kami semua berdoa agar tidak terjadi apa-apa. Atap spandek
beterbangan, ada juga plafon yang lepas sama dua motor ikut terangkat,"
kata Rian.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker)
Pemko Tanjungpinang, Soetjipto mengatakan, ada 16 rumah warga dan satu
penampungan TKI rusak kena puting beliung.
"Sementara baru 16 rumah yang rusak. Mungkin bisa bertambah. Untuk
itu kami buka posko di Perumahan Griya Senggarang Permai, untuk mendata
secara keseluruhan," bebernya.
Dikatakan Soetjipto, selain menerima dan mendata warga yang terkena
musibah, pihaknya juga akan mendirikan tenda untuk warga yang
kemungkinan rumahnya mengalami kerusakan cukup parah.
"Saat ini rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah sebanyak
10 unit. Sedangkan 6 rumah lainnya mengalami rusak ringan. Selain di
perumahan itu, di RPTC juga disediakan tenda sementara," kata Soetjipto. (ias/iil/JPG)
sumber:jawapos.com

0 comments:
Post a Comment