MATARAM, KOMPAS.com - Gempabumi berkekuatan 6,4 Sekala Richter mengguncang Bali, NTB dan Banyuwangi, Rabu (22/3/2017) pagi membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah.
Guncangan gempa yang terpusat di Bali tersebut cukup kuat dirasakan oleh warga di Mataram, NTB.
Nurlailatil Hasanah warga Jempong Baru, Kota Mataram menuturkan, saat gempa terjadi dirinya tengah memasak di dapur.
"Tiba-tiba ada bergemuruh, terus getarannya kayak mau runtuh ini rumah," kata Nur.
Nur mengatakan, karena panik Ia sempat akan mengambil panci besar
yang ada di dapur untuk menutupi kepala tetapi niat tersebut diurungkan.
Nur lalu bergegas menyelamatkan diri bersama suami dan anaknya keluar
rumah.
"Sampai di luar masih goyang-goyang. Tetangga keluar semua," kata Nur.
Nur mengaku dirinya trauma dengan gempa. Sebab sekitar tahun 2007
lalu ia pernah merasakan gempa yang cukup besar mengguncang Kota Mataram
dengan kekuatan 6,8 SR. Saat itu jendela kaca di rumahnya bergetar
hingga pecah.
Sementara itu, Rabu pagi guncangan gempabumi berupa guncangan lemah hingga sedang dirasakan di luas di Pulau Bali antara lain wilayah Kuta, Gianyar dan Denpasar. Guncangan juga terasa di Mataram dan Sumbawa Bagian Barat.
Kepala BPBD NTB Muhammad Rum mengatakan, laporan sementara dari hasil
koordinasi dan pantauan di lapangan oleh masing-masing BPBD di Lombok
Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram, termasuk oleh TRC
Provinsi NTB, sampai saat ini belum ditemukan adanya dampak yang
ditimbulkan oleh gempa pagi tadi.
"Saat ini tim masih turun ke lapangan untuk patroli keliling wilayah
masing-masing. Kami tetap pantau terus," terang Muhammad Rum melalui
pesan singkat.
Sumber :Kompas.com

0 comments:
Post a Comment