jpnn.com, PALEMBANG
- Nekat. Kata itu mungkin paling pas dialamatkan kepada Mulyadi, 40.
Pria itu mencoba melakukan pencurian di rumah Aiptu Agus Wijaya di Jl
Tembok Baru, Kelurahan 9-10 Ulu.
Apes, aksinya gagal total. Mulyadi pun kini harus mendekam di balik jeruji atas ulah nekatnya itu.
Bagaimana ceritanya? Saat kejadian, rumah Kepala Unit Identifikasi Polresta Palembang ini memang sedang kosong.
Korban
sedang berada di tempat kerjanya, sedang istri dan anaknya tak di
rumah. Lalu ada kabar kalau rumahnya disatroni maling. Dia langsung
pulang dan melakukan identifikasi sendiri, mencari sidik jari pelakunya.
Lalu, anaknya pulang sekolah. “Dia
lihat ada orang bersembunyi di bawah ranjang dan langsung teriak minta
tolong,” jelas Agus seperti diberitakan Sumatera Ekspres (Jawa Pos
Group) hari ini.
Warga sekitar langsung berdatangan. Bersama-sama, pelaku berhasil diringkus, lalu diserahkan ke Polsek Seberang Ulu (SU) I.
Dari
tersangka, disita sebilah senjata tajam (sajam). Tak ada barang lain
yang diamankan dari pria ini lantaran dia keburu tertangkap.
Kini, warga Jl KH Azhari, Kelurahan Tangga Takat itu masuk penjara.
“Aku menyesal, Pak. Tidak tahu kalau itu rumah polisi,” cetusnya.(chy/ce2)
Sumber : Jpnn.com

0 comments:
Post a Comment