jpnn.com, KAB. BANYUMAS - Isu penculikan dengan sasaran anak-anak di bawah 12 tahun belakangan ini merebak di Cilacap, Jateng.
Bahkan, isu tersebut mulai menyebar di Banyumas melalui media sosial.
Kapolres
Banyumas, AKBP Azis Andriansyah SH SIK MHum menjelaskan, sebelum isu
tersebut menyebar luas di media sosial, pihaknya sudah melakukan langkah
antisipatif. Langkah tersebut berupa imbauan melalui media center
Polres Banyumas.
"Isu penculikan
tersebut tidak benar atau hoax. Kita sudah antisipasi dengan memberkikan
himbauan melalui media sosial Polres Banyumas," jelasnya.
Dalam menyikapi beredarnya info hoax tersebut, Kapolres meminta masyarakat tetap tenang dan tidak perlu resah.
Sebab kabar yang disebarkan melalui media sosial tersebut tidak terjadi.
"Masyarakat
harus cerdas, selalu cross check setiap info ke sumber yang kompeten.
Jangan sampai termakan isu hoax. Pastikan info tersebut benar sebelum
masyarakat mempercayainya," tegas Kapolres.
Meskipun
info penculikan tersebut hoax, Kapolres tetap meminta masyarakat untuk
selalu waspada. Kewaspadaan harus diterapkan di segala hal.
"Masyarakat
tidak perlu takut, tidak perlu resah tapi harus tetap waspada. Waspada
akan apapun, sehingha tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,"
tegas perwira menengah dengan dua melati di pundaknya ini.
Berita hoax tentang penculikan tersebut
merebak di Cilacap. Bahkan penyebaran berita melalui media sosial
tersebut semakin santer dan meluas.
Berita
tersebut juga mulai masuk dan dibaca masyarakat Kabupaten Banyumas.
Sama halnya dengan Cilacap, berita hoax tersebut juga menyebar melalui
media sosial.
Namun berita yang menyebar lengkap dengan foto tersangka itu hanyalah rekayasa pihak yang tidak bertanggung jawab. (mif/din)
Sumber :Jpnn.com
0 comments:
Post a Comment