Bantul -Ombak besar menerjang pantai selatan Jawa dalam
sepekan terakhir. Kondisi ini menyebabkan para nelayan tradisional di
Bantul tidak berani melaut demi mempertimbangkan keselamatan jiwanya.
Akibatnya mereka tidak ada pemasukan untuk menafkahi keluarga.
Terpantau
ketinggian ombak di pantai selatan daerah Bantul paling besar terjadi
hari Rabu kemarin yang mencapai ketinggian 5 meter. Pada hari ini
ketinggian ombak terpantau berkisar empat meter. Meski tak sebesar
kemarin, para nelayan tetap tak berani melaut.
"Sudah
sepekan ini tidak bisa melaut, ombaknya tinggi bahkan hingga sampai 5
meter. Ketinggian ombak 4 meter itu masih besar, masih membahayakan,"
ujar Misto, seorang nelayan di Pantai Depok, Bantul, DIY, Kamis
(23/3/2017).
Misto mengatakan hingga sejauh ini tidak ada
pemberitahuan atau himbauan dari dinas maupun instansi terkait perihal
prediksi BMKG tentang prakiraan cuaca, termasuk tingginya ombak Samudera
Indonesia.
"Tidak ada yang memberitahu. Kami hanya mengandalkan ngelmu titen (pengetahuan tradisional lewat pengamatan langsung –red) dan informasi dari internet. Dari ngelmu titen memang biasanya pada bulan-bulan seperti untuk wilayah DIY terjadi ombak besar," lanjutnya.
Seorang
nelayan lainnya, Mugari, mengeluhkan kondisi yang dialami para nelayan.
Dengan tidak melaut maka para nelayan akan kehilangan pendapatan. Namun
dia menyadari tidak mungkin menentang alam, sehingga hanya bisa pasrah
sambil menunggu ketinggian ombak kembali normal.
Saat
dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan
(Diperpautkan) Kabupaten Bantul, Pulung Haryadi, membenarkan saat ini
kondisi ombak pantai selatan di daerahnya cukup tinggi. Namun dia
mengaku belum bisa berkomentar banyak.
(mbr/mbr)
Sumber : Detik.com

0 comments:
Post a Comment