Bayi Itu Tewas Dicekik Kurudung Warna Merah...
Warga Kampung Gunungtanjung, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, geger, Senin pagi (13/3). Salah seorang warga menemukan jasad bayi laki-laki di area pemakaman setempat.
Salah seorang warga, Iwan Ridwan (38) mengatakan sekitar pukul 07.00 dia dipanggil mertuanya, karena ada kantong keresek yang mencurigakan. Di luar keresek itu terdapat bercak-bercak darah. “Mertua saya nggak tahu apa isinya, dia nyuruh saya periksa,” ungkapnya kemarin.
Iwan dan beberapa temannya pun mendatangi lokasi. Mereka mengecek bungkusan yang disebutkan mertuanya itu. Saat diangkat, isi kantong keresek itu cukup berat. Iwan tidak berani melihat isinya. “Hanya saya angkat saja dan lumayan berat, awalnya nggak berani buka,” tuturnya.
Rasa penasaran nampaknya menutupi ketakutan Iwan. Akhinya dia memutuskan mengintip isi dari keresek putih itu. Dia pun kaget. Di dalam plastik itu ada bayi dan potongan kain. Kejadian tersebut dilaporkan kepada jajaran Polsek Indihiang. Polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat bayi itu.
Jenazah jasad tak berdosa itu pun diamankan dan disimpan di kamar mayat RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Hasil pemeriksaan, leher bayi laki-laki tersebut diikat hingga tercekik kain kerudung berwarna merah. Bayi itu dibungkus handuk. Selain itu, kaki kiri bayi tersebut juga dalam kondisi patah.
Kapolsek Indihiang Kompol Tri Sumarsono mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan, semua petunjuk mengarah kepada wanita bernama DN (20), warga yang merupakan warga sekitar. Polisi mengamankannya di rumah saudaranya di Cibogor Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes.
“Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang perempuan berinisial DN, sekarang sudah kami amankan,” tuturnya kepada Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group).
Usai diamankan, DN masih belum bisa dimintai keterangan, karena kondisiny masih lemah usai melahirkan. Polisi pun membawanya ke RSUD dr Soekardjo supaya perempuan muda itu mendapat penanganan medis.
“Dia masih harus mendapatkan perawatan medis, belum bisa dibawa,” uujarnya.
Disinggung kaki bayi yang patah dan ikatan yang mencekik leher bayi, kata Tri memang ada dugaan bayi itu tewas akibat pembunuhan. Namun pihaknya masih menunggu kondisi DN pulih dan menceritakan apa yang terjadi. . “Yang bersangkutan belum bisa dimintai kterangan,” tuturnya. (rga/yuz/JPG)
Salah seorang warga, Iwan Ridwan (38) mengatakan sekitar pukul 07.00 dia dipanggil mertuanya, karena ada kantong keresek yang mencurigakan. Di luar keresek itu terdapat bercak-bercak darah. “Mertua saya nggak tahu apa isinya, dia nyuruh saya periksa,” ungkapnya kemarin.
Iwan dan beberapa temannya pun mendatangi lokasi. Mereka mengecek bungkusan yang disebutkan mertuanya itu. Saat diangkat, isi kantong keresek itu cukup berat. Iwan tidak berani melihat isinya. “Hanya saya angkat saja dan lumayan berat, awalnya nggak berani buka,” tuturnya.
Rasa penasaran nampaknya menutupi ketakutan Iwan. Akhinya dia memutuskan mengintip isi dari keresek putih itu. Dia pun kaget. Di dalam plastik itu ada bayi dan potongan kain. Kejadian tersebut dilaporkan kepada jajaran Polsek Indihiang. Polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat bayi itu.
Jenazah jasad tak berdosa itu pun diamankan dan disimpan di kamar mayat RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Hasil pemeriksaan, leher bayi laki-laki tersebut diikat hingga tercekik kain kerudung berwarna merah. Bayi itu dibungkus handuk. Selain itu, kaki kiri bayi tersebut juga dalam kondisi patah.
Kapolsek Indihiang Kompol Tri Sumarsono mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan, semua petunjuk mengarah kepada wanita bernama DN (20), warga yang merupakan warga sekitar. Polisi mengamankannya di rumah saudaranya di Cibogor Kelurahan Sukamanah Kecamatan Cipedes.
“Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang perempuan berinisial DN, sekarang sudah kami amankan,” tuturnya kepada Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group).
Usai diamankan, DN masih belum bisa dimintai keterangan, karena kondisiny masih lemah usai melahirkan. Polisi pun membawanya ke RSUD dr Soekardjo supaya perempuan muda itu mendapat penanganan medis.
“Dia masih harus mendapatkan perawatan medis, belum bisa dibawa,” uujarnya.
Disinggung kaki bayi yang patah dan ikatan yang mencekik leher bayi, kata Tri memang ada dugaan bayi itu tewas akibat pembunuhan. Namun pihaknya masih menunggu kondisi DN pulih dan menceritakan apa yang terjadi. . “Yang bersangkutan belum bisa dimintai kterangan,” tuturnya. (rga/yuz/JPG)
sumber:jawapos.com

0 comments:
Post a Comment