JAKARTA – Semangat Presiden Joko Widodo membangun
ke-Indonesiaan semakin terasa. Sektor pariwisata yang dijadikan core
economy bangsa, juga semakin terdengar dan terus memviral. Semua sektor
pun mensupport pariwisata sebagai satu diantara prioritas pembangunan di
kabiner kerja, selain infrastruktur, pangan, energi, dan maritim.
Sampai-sampai soal pilihan gambar uang kertas pun, yang resmi
dikeluarkan Bank Indonesia, berdesain destinasi pariwisata kita.
Menpar Arief Yahya melihat, ini sebagai bentuk konkret keseriusan dan
komitmen Presiden Joko Widodo dalam membangun pariwisata secara total.
Semua lini, semua ruang diorkestrasi untuk memperkokoh fondasi soliditas
pariwisata. Jika CEO negara ini sudah mngarahkan haluan ke sektor
pariwisata, maka atmosfer itu akan semakin cepat terwujud. “Terima kasih
Pak Presiden,” kata Menpar Arief Yahya singkat.
Destinasi-destinasi wisata yang diangkat pun seluruhnya world class.
Dari mulai Banda Neira, Gunung Bromo, Ngarai Sianok,Derawan, Taman
Nasional Komodo, Wakatobi, hingga Raja Ampat, semuanya terrpampang di
uang kertas baru yang dikeluarkan Bank Indonesia. “Setuju! Ini akan
makin menaikkan pamor pariwisata Indonesia, juga menaikkan kepercayaan
diri untuk berbuat yang lebih hebat lagi. Apalagi yang diangkat di uang
kertas baru adalah destinasi wisata yang world class semua,” kata Asnawi
Bahar, Ketua Asosiasi Pengusaha Perjalanan Wisata (ASITA), Selasa
(20/12).
Gairah pariwisata pun makin berkobar. Apa lagi, ada tangan Presiden
Joko Widodo yang turun tangan langsung meluncurkan uang rupiah baru di
Gedung Bank Indonesia, Senin (19/12). Selain menampilkan gambar pahlawan
dan tarian tradisional, uang rupiah baru dengan tahun emisi 2016 ini
juga menampilkan gambar destinasi wisata unggulan yang ada di Indonesia.
“Semangat Presiden Joko WIdodo untuk memajukan pariwisata luar biasa.
Gambar destinasi wisata unggulan di Indonesia sampai dimasukkan ke
dalam uang rupiah baru tahun emisi 2016. Dari tujuh presiden yang pernah
memimpin negeri ini, baru Joko Widodo yang respek dengan pariwisata,”
kata dia.
Silakan lihat uang kertas Rp 1000. Ada destinasi wisata Banda Neira
yang terpampang di sana. Yang bisa ditengok banyak. Sejak 2014, Banda
Neira tak berhenti disinggahi kapal-kapal mewah dari mancanegara. Setiap
harinya, pemasukan wisatawan yang high class bisa mencapai US$ 2000
atau setara dengan Rp 24 juta per orang.
Dari mulai Gunung Api Banda, Benteng Belgica peninggalan bangsa
Portugis, spot menyelam terbaikdi Lava Flow, Gereja Tua Hollandische
Kerk, Rumah Budaya, Istana Mini, lokasi pengasingan Bung Hatta, semua
bisa dinikmati saat berwisata ke Banda Neira.
Di uang kertas Rp 2000, ada Ngarai Sianok, Sumatera Barat. Panorama
alamnya jangan ditanya lagi. Ada keindahan matahari terbit yang bisa
dinikmati dari balik Gunung Singgalan. Suasananya tenang dan damai.
Udaranya pun sangat bersih dan sejuk. Diiringi suara kicauan burung dan
gemericik air sungai, ngarai ini cocok sebagai tempat melepaskan beban
pikiran dari rutinitas sehari-hari.
Uang kertas Rp 5000 ceritanya lain lagi. Ada Gunung Bromo yang
terpampang di sana. Ikon pariwisata Jatim itu kini sudah ditepkan ke
dalam salah satu destinasi prioritas bersama Tengger dan Semeru. Tautan
antara ngarai dan lembah, dengan lautan pasir luas sekitar 10 kilometer
(km) persegi, membuat Bromo layak dikategorikan sebagai destinasi kelas
dunia. Blok savana yang maha luas, pemandangan matahari terbit yang
eksotis, hingga sakralnnya ritual Yadnya Kasada menjadi beberapa
pemandangan epik bisa disaksikan di Gunung Bromo. Di sini wisatawan
tidak hanya bisa menikmati pemandangan pegunungan dan padang pasir, tapi
juga padang rumput, danau, dan bahkan air terjun.
Di uang kertas Rp 10.000, ada Taman Nasional Wakatobi yang siap
menyapa. Destinasi ini juga yang merupakan gabungan Pulau Wangi-wangi,
Kaledupa, Tomia, dan Binongko itu juga sudah ditetapkan ke dalam salah
satu dari 10 destinasi prioritas.
Pada 2012, Scuba Diving, majalah panduan traveller dunia yang hobi
diving dan snorkeling, pernah memberikan gelar The Best Shore Dive dunia
pada Wakatobi House Reef, Indonesia. Penghargaan penuh prestise ini
diberikan kepada Wakatobi House Reef lantaran salah satu destinasi
andalan Indonesia itu menjadi surga bagi mereka yang hobi menyelam. Ada
beberapa jenis burung laut dan tiga jenis penyu langka di dunia yang
bisa dilihat di Wakatobi.
Setelah Wakatobi, ada Derawan yang dipampang di uang kertas Rp
20.000. Destinasi yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipna,
ini punya spot selam yang dianggap salah satu yang terbaik di dunia.
Pemandangan bawah lautnya sangat menakjubkan. Dari kura-kura raksasa,
lumba-lumba, pari manta, duyung dan barakuda, ubur-ubur dan
kadang-kadang, paus Derawan, bisa dijumpai di sini.
Derawan juga menjadi tempat bersarang kura-kura raksasa hijau
terbesar dunia yang langka dan terancam punah. Selain itu, ada juga
ubur-ubur terbesar dan paling beragam di dunia, termasuk empat spesies
unik ubur-ubur yang dapat berenang terbalik.
Di uang kertas Rp 50.000, ada Taman Nasional Komodo. UNESCO telah
memutuskan bahwa Taman Nasional Komodo menjadi situs warisan dunia sejak
1991. Destinasi yang juga masuk ke dalam salah satu destinasi priorotas
itu menjadi habitat asli bagi kawanan hewan purba Komodo. Keindahan
bawah lautnya? Sangat menakjubkan. Selain punya pantai merah jambu yang
hanya ada di tiga negara di dunia, bawah lautnya diakui CNN sebagai spot
diving terbaik kedua dunia.
Dan di pecahan Rp 100.000, ada Raja Ampat. Keindahan alam dan
budayanya sudah dikenal seantero jagat. CNN sudah memberikan gelar
diving site terbaik dunia pada Raja Ampat. Raja Ampat juga didapuk
menjadi perairan dengan kelengkapan flora dan fauna laut nomor satu di
dunia. “Setiap lembar rupiah bukti kemandirian Indonesia, kemandirian di
tengah ekonomi dunia,” ucap Presiden Joko Widodo. (*)
wonderful.radarbogor.id

0 comments:
Post a Comment