jpnn.com, RUTENG
- Kamis (23/3) sore, sekitar pukul 14.30 Wita, warga kampung Rambe,
Desa Compeng Ndehes Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, gempar.
Bagaimana tidak, empat bocah yang berusia antara 5 - 7 tahun tewas dalam
satu lubang berisi air sedalam dua meter.
Diduga
keempat bocah malang ini hendak mandi dalam lubang yang sedianya
dijadikan penampungan WC itu. Ternyata kedalaman air hujan yang
tertampung di lubang itu lebih tinggi dari empat bocah yang diketahui
tidak bisa berenang itu. Seketika keempatnya tewas di tempat. Kisah
tragis ini membuat orang tua dan keluarga korban sangat terpukul.
Sebagaimana
terpantau Timor Express (Jawa Pos Group) sore kemarin, duka mendalam
masih menyelimuti keluarga dan orang tua korban. Empat rumah duka
dipadati pelayat. Yang lebih memilukan, empat korban ini memiliki
hubungan darah. Tiga di antara korban adalah siswa SD kelas satu SDI
Lidang. Seorangnya lagi belum sekolah. Orang tua korban dan sanak
keluarga serta kerabat menangis histeris.
Bupati
Manggarai, Kamelus Deno dan Wakil Bupati Viktor Madur yang mengetahui
kejadian ini langsung turun ke lokasi dan melayat empat korban satu per
satu.
Empat bocah malang itu, yakni
Aprila Mulyani Set alias Rila, 7, Angela Merici Mangkut alias Meci, 7,
Tarsius Oktovianus Jenaru alias Fadil, 7, dan Jelan, 5. Mereka berempat
jatuh lalu tewas di lubang WC milik Timo, warga Dusun Rambe ketika
sedang bermain.
Keempat korban yang
tewas ini sempat dilarikan ke BLUD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng. Namun,
tidak bisa terselamatkan karena terlalu banyak air yang masuk ke dalam
paru-paru empat bocah malang yang tak bisa berenang ini.
Bergita
Delos, guru dari tiga korban yang tenggelam menjelaskan, pagi kemarin,
ketiga anak didiknya itu, yakni Rila, Meci dan Fadil masih sempat masuk
sekolah. Sebelum pulang ke rumah ketiganya masih sempat mengantar tas
milik Bergita dari ruangan kelas satu ke ruangan guru.
“Ada
tiga anak murid saya dan biasanya sebelum pulang mereka bertiga
mengantar tas saya dari kelas ke ruangan guru. Terus terang kejadian ini
membuat saya terkejut dan terpukul,” katanya.
Lensiana, istri Kades Compang Ndehes
menjelaskan, kejadianya empat korban tenggelam ini langsung membuat
warga geger ketika pulang dari kebun sore kemarin.
“Saya
sempat lihat korban Jelan main dengan kawannya di depan rumah saya.
Kebetulan saya kedatangan tamu dari Kota Ruteng. Sekitar beberapa menit
kemudian nenek Jelan sempat mencari Jelan. Namun sempat ketemu lalu
Jelan pulang ke rumah dan makan. Tiba-tiba sore harinya sekitar pukul
14.30 Wita orang lari ke rumah saya dan ada yang menangis kalau Jelan
tenggelam di lubang WC," katanya.
Dikatakan,
kepala Meci sempat terapung di atas air. Awalnya dikira hanya Meci.
Meci sempat kami bantu mengeluarkan air dari perutnya. Waktu Meci hendak
dibawa ke RSUD Ruteng ada yang teriak ada tiga orang lain yang
tenggelam lalu sedang dikeluarkan oleh warga.
Keempat
korban yang tewas ini, ujarnya, masih tinggal berdekatan dan
berhubungan keluarga. Keponakan pemilik lubang WC, Timo juga jadi korban
yakni Rila.
Kades Compang Ndehes,
Alfons Jehadut menjelaskan, kejadian yang mengejutkan ini sungguh
membuat warga Dusun Rambe berduka. Apalagi empat korban langsung
meninggal.
“Empat korban diduga mandi dan tidak bisa berenang sehingga tenggelam dan tewas dalam satu lubang,” katanya.(kr2/ito)
Sumber : Jpnn.com

0 comments:
Post a Comment