
Psikolog Klinis, Liza Marielly Djaprie mengungkapkan siapapun bisa saja terjerat narkoba. Hal itu dipengaruhi berbagai faktor mental diri seseorang ditambah karakter, kepribadian, dan pola asuh saat kecil.
"Banyak uang dan akar ketahanan diri tak kuat, bisa saja siapapun terjerat narkoba," tandas Liza kepada JawaPos.com, Senin (19/2).
Ia pun menilai wajar jika warganet mencibir atas kasus yang menimpa Roro Fitria. Terlebih, selama ini yang ditampilkan hanyalah harta dan kemewahan oleh Roro Fitria. Sehingga, ketika sang jutawan ditangkap, tak heran kalau masyarakat menilai bahwa Roro Fitria mampu membeli apa saja. Termasuk narkoba.
"Netizen berpikir apalagi harta berceceran di mana-mana. (Beli yang mewah saja bisa), buat beli narkoba buat dia gampang-gampang saja. Apalagi enggak punya akar yang kuat, gampanglah terjerumus," tukas
Menurut Liza, dalam memamerkan kekayaan di media sosial merupakan hak personal seseorang. Wajar ketika Roro Fitria ingin memamerkan gelimangan hartanya.
"Tapi Roro Fitria juga harus siap gimana netizen itu respon postingan dia. Mungkin dia mau pamer tunjukan usaha keras pada titik sampai saat ini. Maka dia berhak posting itu," kata Liza.
Khusus untuk warganet, kata Liza, jika memang tak suka terhadap sesuatu di media sosial tentu hanya tinggal tidak mengikuti (unfollow). Jika terbawa panas kemudian nyinyir, lanjutnya, maka akan rugi sendiri.
"Jika kita nyinyir enggak suka. Saat marah-marah ada hormon di otak yang teraktivasi. Daripada ribet gampang kan unfollow saja," ujarnya.
Sumber : jawapos.com
0 comments:
Post a Comment