jpnn.com - Sejak 2015 lalu, ada sekitar delapan gelar turnamen pramusim yang sudah diraih Arema FC.
Wajar jika Arema FC dalam dua tahun terakhir mendapat julukan sebagai raja turnamen.
Namun,
semua itu dirasa kurang lengkap, karena Piala Presiden sebagai turnamen
pramusim paling prestisius belum berlabuh ke Malang.
Pada 2015 lalu, tim berjuluk Singo Edan ini hanya sampai fase semifinal di Piala Presiden yang baru kali pertama digelar.
Kini,
peluang meraih juara terbuka lebar setelah tim ini masuk final dan akan
melawan Pusamania Borneo FC (PBFC) di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu
mendatang (12/3).
Tentu Aremania
tidak akan membiarkan tim kebanggaannya berjuang sendirian. Hingga
kemarin (7/3), ada 40 bus dari Malang yang akan berangkat ke Pakansari.
”Jumlah
ini masih kurang karena kalau satu bus berisi 50 orang saja, jadi cuma
2.000 Aremania,” kata panitia pelaksana (panpel) Arema Abdul Haris, tadi
malam.
Dia menilai jumlah ini masih
kurang karena berdasarkan koordinasi dengan panpel pusat Iwan Budianto,
Aremania dapat jatah 15 ribu tiket. Satu tiket ekonomi seharga Rp 75
ribu.
”Makanya kami koordinasi terus, kalau bisa lima belas ribu jatah kita habiskan semua,” imbuhnya.
Selain
mengharapkan Aremania dari Malang, Haris juga ingin jatah 15 ribu tiket
ini akan dihabiskan Aremania dari luar kota seperti daerah Jakarta,
Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Sejak
tadi malam, panitia sudah membuka pembelian tiket di Kantor Arema FC di
Jalan Kertanegara, Kota Malang. Hanya, tiket yang dijual hanya untuk
yang ekonomi.
”Sama pusat jatahnya
tiket ekonomi saja, nanti yang beli bisa perwakilan koordinator wilayah
(korwil),” jelas pria yang juga pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Malang
ini.
Kemarin panpel, menurut Haris,
juga sudah rapat dengan perwakilan korwil dan pihak kepolisian. Selain
tentang penjualan tiket, ada beberapa kesimpulan dari rapat itu.
Salah satunya pengamanan saat Aremania melakukan touring ke Bogor.
”Intinya, polda sudah mengeluarkan keputusan untuk mengamankan touring ini,” jelasnya.
Panitia,
kata Haris, diminta oleh polda untuk terus melaporkan berapa Aremania
yang akan berangkat. Ini kemungkinan terkait jumlah personel yang akan
diturunkan.
”Satu hari sebelum berangkat juga disuruh laporan agar jumlahnya pasti berapa yang berangkat,” imbuhnya.
Dalam lawatan ke Bogor, Aremania akan berangkat Sabtu pagi (11/3), sekitar pukul 07.00.
Akan
ada tiga titik keberangkatan, yakni di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten
Malang, Stasiun Kotabaru, dan daerah Alun-Alun Kota Batu.
Berangkat dari Kanjuruhan, rombongan akan menuju ke Kotabaru Malang.
”Lalu bertemu dengan rombongan di Kota Batu, terus ke barat lewat Kediri,” jelasnya.
Dia
yakin antusias Aremania akan besar karena ini adalah laga final. Pada
semifinal leg kedua melawan Semen Padang pada Minggu lalu (5/3),
tercatat ada 24.349 suporter yang hadir.
”Tidak
penuh suporternya karena kalau penuh Stadion Kanjuruhan kapasitasnya
sampai 44 ribu orang. Karena ini final di Bogor, harapan kami lebih dari
15 ribu orang yang datang,” pungkasnya.
Sementara itu, pelatih Arema FC Aji Santoso berharap dukungan Aremania.
Dia juga berharap anak asuhnya bermain spartan dan penuh semangat.
”Semangat
spartan tanpa kenal lelah sudah muncul melawan Semen Padang lalu, ini
yang perlu kami pertahankan di final hingga liga digelar,” kata Aji. (c2/riq)
Sumber : Jpnn.com
0 comments:
Post a Comment