Waspada! dalam Sepekan, Dua Kabar Penculikan Terjadi di Bogor


BOGOR – Kasus penculikan masih terus terjadi di Kota Hujan. Pekan ini, warga Bogor kembali dibuat resah dengan kabar hilangnya Fatimah (14), siswi MTs Al-Falah Cibinong, Kabupaten Bogor.

Fatimah tak kembali pulang sejak Minggu (19/3), setelah pamit untuk bertemu teman yang dikenalnya dari Facebok.

Beberapa hari terakhir, rekan dan kerabat remaja kelas delapan itu menyebar kabar hilangnya Fatimah melalui media sosial dan aplikasi WhatsApp.

Pihak sekolah juga mengumumkan bahwa murid atas nama Fatimah, belum kembali pulang.

Salah satu guru MTs Al-Falah, Leni Nurseha, mengatakan anak didiknya sudah menghilang selama tiga hari hingga Kamis (23/03/2017).

Informasi tersebut didapat dari keluarga Fatimah, setelah pihak sekolah mendatangi kediaman keluarga korban di Cikaret Harapan Jaya, Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Kami sudah ke rumah Fatimah, menurut keluarga belum juga pulang,” kata Guru Bahasa Indonesia di kelas Fatimah ini kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).

Keterangan yang diperoleh dari keluarga, saat berpamitan, Fatimah bersama teman sekolahnya ingin bertemu seseorang di Cibinong City Mall (CCM).

Seseorang itu disebut Fatimah baru dikenal dari media sosial Facebook. Namun usai pertemuan itu, hanya teman Fatimah yang pulang ke rumah.

“Sampai hari ini (kemarin, red) Fatimah belum pulang ke rumah,” ucapnya.

Keluarga juga telah mencari keberadaan Fatimah di kediaman ibu korban. Memang, kedua orangtua Fatimah memang sudah bercerai sejak beberapa tahun lalu.

Seluruh sanak keluarga juga sudah didatangi. Tapi belum juga ada tanda-tanda keberadaan gadis periang itu.

“Saat ini pihak sekolah berusaha membantu mencari. Selain menyebarkan informasi, sekolah juga melaporkan hilangnya Fatimah ke Kepolisian. Keluarga juga sudah melaporkan ke Polsek Cibinong,” terangnya.

Leni menambahkan, Fatimah memiliki pribadi yang baik. Tidak pernah bermasalah dengan teman ataupun pelajaran di sekolah.


“Anaknya sopan dan nilai mata pelajarannya selalu baik,” ungkapnya.

Dikonfirmasi soal ini, Kabag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena, mengaku belum menerima laporan tersebut. Pernyataan serupa juga disampaikan Kasat Reskrim Polsek Cibinong AKP Sajiman.

“Saya sudah cek, belum ada yang masuk laporan orang hilang,” singkatnya.

Di bagian lain, kasus-kasus penculikan kerap dikaitkan dengan isu penjualan organ tubuh anak.

Hal ini pun menimbulkan rasa takut dan paranoid yang hebat pada masyarakat. Imbasnya, warga jadi mudah curiga kepada orang asing, dan berujung pada kasus penganiayaan.

Di Madura, Jawa Timur misalnya. Isu penculikan anak kecil dengan modus pura-pura gila yang viral telah meresahkan. Akibatnya, orang gila yang berkeliaran jadi sasaran kemarahan warga.

Warga beramai-ramai menangkapnya lalu menyerahkan ke polisi, karena tidak membawa selembar kartu identitas dan mengetahui asalnya. Hingga pekan ini, sudah tiga orang gila diamankan di Mapolres Sumenep, Minggu (19/3).

Soal ini, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian telah memastikan isu penculikan anak untuk dijual organ tubuhnya adalah hoax.

Tito mengaku juga sempat menerima informasi yang banyak beredar di dunia maya dan berbagai aplikasi komunikasi itu.

“Saya cek ke Manado. Saya cek juga ke Polda Metro Jaya, karena ini berkembang juga di Jakarta. Kita cek (ternyata) hoax,” ujar Tito Karavian kepada wartawan.

Informasi yang dihimpun, berita soal penculikan anak itu beredar dalam bentuk foto dari halaman muka sebuah koran.

Media tersebut memberitakan bahwa salah satu motivasi dari penculikan anak, adalah untuk dijual organ tubuhnya.

Bahkan media tersebut juga menyertakan daftar harga dari organ-organ tubuh anak, mulai dari mata, kulit kepala, tengkorak, bahu, jantung, hati, tangan, usus, ginjal dan empedu.


Dituliskan juga bahwa harga dari seluruh organ anak mencapai Rp5 miliar. Kembali Kapolri menegaskan, kabar itu hoax.

Di bagian lain, Sekretaris Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Ujang Haryanto, menuturkan kasus percobaan penculikan terhadap warganya di Kampung Lokapurna, RT 01/08.

Seorang bocah yang sempat hilang, ditemukan dalam gendongan laki- laki tua berpenampilan kumuh. Saat dihampiri, lelaki tua tersebut berperilaku bak orang gila dan menurunkan anak tersebut.

“Warga yang melihat tingkah lakunya persis orang gila akhirnya melepaskan. Si anak dibawa pulang ke rumahnya,” tutur Ujang, seperti dilaporkan metropolitan (Grup Radar Bogor).
(radar bogor/don/met/c)

sumber: POJOKJABAR.com,
Share on Google Plus

About Enter Bogor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment