Tragedi Brexit Jangan Sampai Terulang
Musim mudik lebaran memang masih akan datang beberapa bulan lagi. Namun, sejumlah persiapan mesti dilakukan agar pemudik aman dan nyaman tiba di kampung halaman.
Apalagi, tahun lalu, insiden kemacetan parah di Tol Brebes Timur (Brexit) hingga menelan korban jiwa.
Pengamat transportasi dari Jakarta Transportation Watch Andy Sinaga mengatakan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan pemerintah (Kementerian Perhubungan), operator tol, dan kepolisian. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan parah.
Pertama yang perlu di perhatikan adalah otomatisasi pintu keluar dan mengatur jadwal kendaraan berdasarkan plat nomor. "Seperti ganjil genap dan kalau memungkinkan alternatif membuka akses keluar," kata Andy saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (15/3).
Selain itu, kata Andy, pelarangan angkutan umum, truk, bus, dan mikro bus atau ELF menggunakan Tol Brexit. Andy menambahkan, marka jalan seperti lintasan kejut dan pembatasan maksimal kecepatan perlu dilakukan.
"Rest area juga perlu ditambah,dan bila perlu sistem contra flow bisa dilakukan," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Pandu Yunianto mengatakan, persiapan mudik sudah dimulai Februari 2017. Kemenhub bersama Kementerian PUPR, Korlantas Polri, dan kementerian/lembaga lain juga sudah melakukan survei lapangan. "Jumat nanti (17/3) kami evaluasi hasilnya," ujar dia.
Pandu mengungkapkan, antisipasi kejadian Brexit memang menjadi perhatian utama. Karena itu, pembukaan tol hingga ke Semarang diharapkan bisa efektif mengurai kemacetan di pintu tol. "Untuk operasi tol memang baru sampai Pemalang. Tapi, fungsi tol bisa sampai ke Semarang," jelasnya.
Langkah antisipasi lain yang dilakukan ialah koordinasi manajemen tol yang dikomandani Korlantas Polri. Salah satunya dengan deteksi dini arus mobil di tol. "Misalnya, kalau terdeteksi di tol ada 1 sampai 2 kilometer (kemacetannya), langsung dilakukan pengalihan. Kendaraan akan dikeluarkan ke pintu keluar terdekat," terang Pandu. "Nanti dipasang rambu-rambu keterangan juga. Supaya pengendara tahu kondisi lalu lintas di depannya," imbuh dia.
Disinggung soal prediksi jumlah penumpang angkutan jalan saat mudik 2017, Pandu memperkirakan ada kenaikan. Kendati begitu, hingga saat ini pihaknya masih berhitung untuk jumlah pastinya. Tahun lalu, untuk mobil pribadi, terjadi kenaikan 4,5 persen dari tahun sebelumnya. Yakni dari 2.371.358 kendaraan menjadi 2.478.069 kendaraan. Sedangkan sepeda motor sebanyak 5.638.683.
Seperti diketahui, tahun lalu, kemacetan parah di pintu keluar tol Brebes Timur alias Brexit menjadi tragedi memilukan. Puluhan ribu pemudik terjebak kemacetan hingga 20 jam. Sebanyak 12 nyawa pun melayang gara-gara kelelahan.
Tahun ini, potensi kemacetan itu beralih ke pintu keluar tol Pemalang atau yang biasa disebut Pangxit. Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Herry T.Z. menjelaskan, tragedi Brexit menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah. Karena itu, untuk mengantisipasi kemacetan di Pangxit pada musim mudik 2017, pemerintah mengebut pengerjaan ruas tol dari Brebes hingga Ngaliyan, Semarang. "Jadi, titik keluar pemudik bisa terdistribusi, tidak hanya di Pemalang," ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (15/3). (put/mia/jpg)
sumber:jawapos.com

0 comments:
Post a Comment