Tak Lama Lagi, Petani Bakal Miliki Rumah Sendiri

Tak Lama Lagi, Petani Bakal Miliki Rumah Sendiri

Kesempatan memiliki rumah sendiri tidak hanya didapatkan oleh kalangan tertentu berduit atau orang yang bekerja bekerja kantoran saja. Para petani pun bisa memiliki peluang serupa, jika produktivitasnya meningkat dan stabil.

Agar target itu tercapai, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memberikan stimulus kepada petani dengan memberikan bantuan berupa traktor penggiling padi.

Diyakini dengan traktor penggiling ini dapat menunjang produktivitas petani yang nantinya bisa berujung pada program pembangunan sejuta rumah. "Kami memberikan petani berupa traktor penggiling padi. Saat ini untuk Indramayu, selanjutnya akan diberikan ke daerah lain seperti Banten," ujar Direktur Utama BTN Maryono di Indramayu, seperti dilansir Indopos (Jawa Pos Group), Senin (13/3).

Maryono mengatakan, bantuan traktor yang diberikan merupakan traktor penggiling padi yang mobile sehingga bisa dipinjamkan ke masyarakat yang lain. Itu tentu dapat membantu mempercepat pengolahan hasil panen.

Selain itu, lanjut dia, produktivitas petani akan meningkat. Jika misalnya menggunakan alat yang manual hanya bisa memproduksi 4 ton gabah per hektare. Dengan adanya traktor ini bisa menjadi sekitar 4,5 sampai dengan 5,5 ton gabah kering per hektare.

Menurut dia, dengan meningkatnya produktivitas petani maka diharapkan pendapatan mereka akan meningkat. Setelah pendapatan petani meningkat, maka BTN akan menawarkan produk KPR mikro yang bisa membuat mereka memiliki rumah yang layak untuk dihuni.

"Jadi yang petama, kami naikkan pendapatannya dulu, kemudian kami akan tawarkan pinjaman untuk pemilikan rumah lewat skema kpr mikro," tegas Maryono.

Maryono meyakini, petani sangat potensial untuk digarap menjadi nasabah BTN baik nasabah dana maupun kredit. Untuk itulah BTN berperan aktif bersama BUMN lainnya untuk bisa meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan Kartu Tani.

"Kami tidak hanya menunggu di daerah yang ditunjuk untuk BTN, tetapi bisa juga kami mendatangi petani di daerah lain. Ini kalau kita gerakkan, kita bisa mencapai swasembada pangan, swasembada beras, dan bahkan kita bisa punya lebih, sehingga kita bisa jual ke negara lain," katanya.

Sementara itu, dengan Kartu Tani, lanjut Maryono, petani akan mendapatkan subsidi untuk membeli pupuk. Selain itu, juga bisa digunakan untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga menjual hasil produksinya. (vit/iil/JPG)
sumber:jawpos.com
Share on Google Plus

About Enter Bogor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment