BOGOR – Respiun pemerintah terhadap pembangunan tempat ibadah masih teramat kurang.
Ini pula yang memaksa warga Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri, berswadaya membangun masjid di jalan GBHN Kampung Bojongnangka.
Wakil Ketua I Tim Pelaksana Pembangunan, Thamrin Amron mengatakan, pembangunan masjid ini hasil swadaya masyarakat setempat di sekitaran masjid.
“Dananya dikumpulkan dari masyarakat sejak beberapa tahun lalu,” ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group), Kamis (09/03/2017).
Satu kepala keluarga, sambungnya, memberikan bantuan minimal Rp3 juta dengan cara dicicil perminggu Rp50 ribu.
Pembangunan masjid dengan luas tanah 2.300 meter persegi ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tapi juga akan menjadi islamic center terbesar di Desa Bojongnangka.
fungsi masjid yang dinamakan Baitul Muttaqin itu akan menjadi pusat kegiatan pertemuan masyarakat, seperti rapat musyawarah, acara resepsi pernikahan, dan perpusatakaan berbasiskan Islam.
“Insya Allah akan kami fungsikan sarana prasarana masjid yang luas dan megah ini menjadi pusat kegiatan masyarakat dan keagamaan berbasis Islam. Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin ini menghabiskan dana Rp5 miliar dengan tiga lantai,” terangnya.
Ia melanjutkan, pembangunan masjid itu ditargetkan rampung dalam dua tahun kedepan.
“Sudah berjalan lima bulan dengan dikerjakan tenaga relawan atau masyarakat sekitar tanpa jasa kontraktor. Targetnya, insya Allah selesai 2019 atau dua tahun kedepan,” terangnya.
Sementara itu Kepala Desa Bojongnangka, Hambali menerangkan, pemerintah desa mengapresiasi warganya dengan membangun masjid megah dari dana swadaya.
“Saya sangat bersyukur masyarakat masih memiliki jiwa gotong royong tinggi,” ujarnya.
Mudah-mudahan, kata dia, pembangunan masjid tiga lantai itu selesai sesuai keinginan dan bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas, khususnya warga Desa Bojongnangka.
0 comments:
Post a Comment