jpnn.com, MAKASSAR
- Raphael Maitimo akhirnya memastikan diri mundur dari PSM Makassar.
Gelandang naturalisasi tersebut resmi mengumumkan keputusan tersebut
setelah dirinya tak jelas di PSM sejak 24 Februari lalu.
Ya,
tidak adanya titik temu akibat perbedaan visi dalam membangun tim
jelang kompetisi Liga - 1, membuat Maitimo memutuskan untuk tidak
melanjutkan kontraknya bersama tim dengan julukan Juku Eja itu.
"Ini
merupakan keputusan yang sangat berat dalam karir sepak bola saya.
Tapi, karena saya sangat respect, saya harus mengambil keputusan ini
agar tim bisa membangun formasi terbaiknya dengan penuh kepastian," kata
Maitimo.
"Saya pamit, dan saya harapkan yang terbaik untuk PSM," tegasnya seperti diberitakan Fajar (Jawa Pos Group) hari ini.
Mantan
gelandang Arema FC itu lantas menjelaskan, sejatinya sejumlah klub
besar tanah air sangat serius untuk bisa mendapatkan tanda tangannya.
Bahkan, ada yang menawarkan nilai fantastis.
Tapi,
dia lebih memilih PSM karena suporter mereka yang fanatik serta target
besar dari manajemen klub untuk kompetisi musim nanti.
Namun,
lanjut pemain berusia 32 tahun itu, kadang harapan tidak selalu linear
dengan kenyataan. Sebab, setelah sebulan berjalan di PSM, ternyata ada
sedikit perbedaan visi secara teknis antara dia dengan pelatih.
Meski tidak mengaku, Maitimo akan lebih banyak dijadikan sebagai pemain pengganti, alias bukan starter.
"Saya tidak ingin menjadi beban bagi tim
dan saya amat sadar bahwa tidak ada pemain yang lebih besar dari klub.
Saya dan managemen klub beserta coach telah menyetujui untuk berpisah
dengan baik-baik.”
“Adapun tanggung
jawab yang harus saya penuhi kepada pihak manajemen dikarenakan situasi
ini akan saya tuntaskan," kata Maitimo.
Agen
pemain dari Maitimo, Ryan Gozali menyebutkan bahwa, belum ada klub yang
akan menjadi pelabuhan baru dari pemainnya tersebut. Sebab, fokus
mereka saat ini masih dicurahkan untuk menyelasikan masalah dengan PSM.
"Tapi, sudah ada sejumlah klub yang menghubungi kami. Ada klub dalam negeri ada juga luar negeri," jelasnya.
Di
sisi lain, manajemen PSM memilih bungkam dengan keputusan berani
Maitimo tersebut. CEO PSM, Munafri Arifuddin yang sebelumnya komunikatif
pun memilih menghindar.
Imran
Amirullah, asisten pelatih PSM mengatakan, mundurnya Maitimo tersebut
tidak akan mempengaruhi kekuatan mereka di Liga-1 nanti. " Persiapan tim
tetap berjalan seperti biasa," kata Imran. (ben)
Sumber : Jpnn.com

0 comments:
Post a Comment