BOGOR – Setelah bertemu dengan tiga calon direksi PDAM Tirta Kahuripan, DPRD Kabupaten Bogor mengaku tak puas.
“Hasil pemetaanya sama semua, bagaimana memetakannya sebab jawaban ketiganya sama saja, kecuali background mereka ada yang berbeda,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan.
Kondisi seperti itu, membuat dirinya sulit untuk mengidentifikasi tiga calon yang lebih cenderung menguasai bidang tertentu.
“Saya ingin ada out of the box. Kalau masih seperti ini, ya hasil lima tahun ke depan tidak mungkin beda jauh,” cetusnya.
Apalagi, kedepan ada beberapa tugas yang harus dilakukan direksi baru seperti menekan tingkat kebocoran air,
menambah saluran kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta mencari dana selain dari APBD Kabupaten Bogor. Ia berharap, bupati Bogor menerima masukan DPRD.
Sebab, meski telah melakukan penilaian tetapi rekomendasi yang diberikan ke bupati nantinya hanya bersifat pertimbangan.
Sementara itu, calon Dirut PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Hasanudin Tahir menjelaskan, setelah diangkat sebagai direksi nantinya ada beberapa prioritas pengembangan perusahaan kedepan yang sudah disiapkan.
Salah satunya, prioritas di wilayah Cibinong Raya, melalui peningkatan kapasitas air. Dirinya mengakui, masih ada warga yang belum mendapatkan air bersih.
Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas air yang dimaksud diantaranya melalui penyuplaian air dari sumber lain yang sudah terinterkoneksi dengan jaringan perpipaan yang ada di Cibinong.
Seperti, jaringan yang ada di Kedung Halang dan Ciburial.
“Untuk memenuhi kebutuhan memang akan suplai dari sumber lain,” tuturnya.
Hasan juga menambahkan, dalam menjalankan roda perusahaan pihaknnya akan menggunakan dua kegiatan pendekatan pendanaan.
Baik itu melalui yang sifatnya bisnis to bisnis dan kegiatan berkonteks konvensional seperti dari APBD dan APBN.
“Dalam hal ini kita akan gali terus potensi yang ada di PDAM. Kita juga tidak serta merta mencari keuntungan semata, melainkan pelayanan terhadap masyarakat,” tukasnya.
“Hasil pemetaanya sama semua, bagaimana memetakannya sebab jawaban ketiganya sama saja, kecuali background mereka ada yang berbeda,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan.
Kondisi seperti itu, membuat dirinya sulit untuk mengidentifikasi tiga calon yang lebih cenderung menguasai bidang tertentu.
“Saya ingin ada out of the box. Kalau masih seperti ini, ya hasil lima tahun ke depan tidak mungkin beda jauh,” cetusnya.
Apalagi, kedepan ada beberapa tugas yang harus dilakukan direksi baru seperti menekan tingkat kebocoran air,
menambah saluran kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta mencari dana selain dari APBD Kabupaten Bogor. Ia berharap, bupati Bogor menerima masukan DPRD.
Sebab, meski telah melakukan penilaian tetapi rekomendasi yang diberikan ke bupati nantinya hanya bersifat pertimbangan.
Sementara itu, calon Dirut PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Hasanudin Tahir menjelaskan, setelah diangkat sebagai direksi nantinya ada beberapa prioritas pengembangan perusahaan kedepan yang sudah disiapkan.
Salah satunya, prioritas di wilayah Cibinong Raya, melalui peningkatan kapasitas air. Dirinya mengakui, masih ada warga yang belum mendapatkan air bersih.
Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas air yang dimaksud diantaranya melalui penyuplaian air dari sumber lain yang sudah terinterkoneksi dengan jaringan perpipaan yang ada di Cibinong.
Seperti, jaringan yang ada di Kedung Halang dan Ciburial.
“Untuk memenuhi kebutuhan memang akan suplai dari sumber lain,” tuturnya.
Hasan juga menambahkan, dalam menjalankan roda perusahaan pihaknnya akan menggunakan dua kegiatan pendekatan pendanaan.
Baik itu melalui yang sifatnya bisnis to bisnis dan kegiatan berkonteks konvensional seperti dari APBD dan APBN.
“Dalam hal ini kita akan gali terus potensi yang ada di PDAM. Kita juga tidak serta merta mencari keuntungan semata, melainkan pelayanan terhadap masyarakat,” tukasnya.
POJOKJABAR.com,

0 comments:
Post a Comment