BOGOR – Kondisi penderita lumpuh dialami Tami atau Empu (80) dan cucunya Alderiu (5). Nenek dan cucu ini mengalami kelumpuhan sejak lima tahun lalu.
Pemerintah Kecamatan Gunungputri, juga sudah turun tangan untuk mambatu warga Kampung Cikuda, Desa Bojongnangka itu.
Kemarin rombongan Muspika Kecamatan Gunungputri mendatangi kediamannya. Camat juga mengajak Kepala Puskesmas Gunungputri, Kepala UPF Bojongnangka, dan Dinas Sosial Kabupaten Bogor.
Kedatangan mereka untuk membantu Tami dan cucunya Alderiu, yang mengalami kelumpuhan.
“Kami datang untuk memastikan kondisi warga yang mengalami kelumpuhan,” ujar Camat Gunungputri, Juanda kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).
Dia mengatakan, Tami sudah lumpuh sejak lima tahun lalu. Meski pernah mendapat tindakan medis, namun upaya Tami sembuh terhenti karena rasa takutnya.
“Makanya saya datang bersama kepala Puskesmas dan Unit Pelayanan Fungsional (UPF) Bojongnangka untuk memberikan dukungan agar Tami mau berobat,” terangnya.
Terpisah, Kadus Kampung Cikuda Amir Achong mengatakan, mereka sangaja minta bantuan kecamatan agar membantu korban.
“Awalnya ada kabar warga lumpuh tak diperhatikan. Setelah saya cek, saya langsung minta bantuan kecamatan dan dinas,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Pada kenyataannya, sambung dia, Tami sudah mendapat penanganan dari pihak keluarga. Selain itu, keluarga sudah membawa Tami berobat.
“Sudah sempat diperiksa dokter, hanya saja Tami tidak mau diajak ke rumah sakit. Dia lebih memilih ke pengobatan tradisional,” pungkasnya.
Begitu juga dengan Alderiu (5) yang lumpuh sejak lahir telah mendapati tindakan dari puskesmas. Petugas UPF Bojongnangka rutin memeriksanya.
“Kalau cucunya rutin mendapat pengobatan,” kata Amir.
Menurutnya, kondisi Tami semakin parah karena efek sikologis dari ketakutan yang berlebihan.
“Ada gangguan sikologis. Makanya, keluarganya kessulitan membujuknya untuk berobat,” terang Kepala Puskesmas Gunungputri, Prima Artha.
Meski begitu, setelah mendapat bujukan dari camat, Tami mulai berkenan mendapat penanganan di rumah sakit.
“Sudah mau dibawa sekarang,” ucapnya. Kini, Tami hidup bergantung dengan anak-anaknya.
Anak ketiga Tami, Timan Main (49) mengatakan, keluarga menanggung kebutuhan orangtuanya Tami. Sebab, Tami hidup di keluarga tergolong mampu.
“Saya Alhamdulillah masih mampu merawat ibu. Hanya saja ibu saya enggan dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.
(POJOKJABAR.com,/azi/c)
Pemerintah Kecamatan Gunungputri, juga sudah turun tangan untuk mambatu warga Kampung Cikuda, Desa Bojongnangka itu.
Kemarin rombongan Muspika Kecamatan Gunungputri mendatangi kediamannya. Camat juga mengajak Kepala Puskesmas Gunungputri, Kepala UPF Bojongnangka, dan Dinas Sosial Kabupaten Bogor.
Kedatangan mereka untuk membantu Tami dan cucunya Alderiu, yang mengalami kelumpuhan.
“Kami datang untuk memastikan kondisi warga yang mengalami kelumpuhan,” ujar Camat Gunungputri, Juanda kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).
Dia mengatakan, Tami sudah lumpuh sejak lima tahun lalu. Meski pernah mendapat tindakan medis, namun upaya Tami sembuh terhenti karena rasa takutnya.
“Makanya saya datang bersama kepala Puskesmas dan Unit Pelayanan Fungsional (UPF) Bojongnangka untuk memberikan dukungan agar Tami mau berobat,” terangnya.
Terpisah, Kadus Kampung Cikuda Amir Achong mengatakan, mereka sangaja minta bantuan kecamatan agar membantu korban.
“Awalnya ada kabar warga lumpuh tak diperhatikan. Setelah saya cek, saya langsung minta bantuan kecamatan dan dinas,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Pada kenyataannya, sambung dia, Tami sudah mendapat penanganan dari pihak keluarga. Selain itu, keluarga sudah membawa Tami berobat.
“Sudah sempat diperiksa dokter, hanya saja Tami tidak mau diajak ke rumah sakit. Dia lebih memilih ke pengobatan tradisional,” pungkasnya.
Begitu juga dengan Alderiu (5) yang lumpuh sejak lahir telah mendapati tindakan dari puskesmas. Petugas UPF Bojongnangka rutin memeriksanya.
“Kalau cucunya rutin mendapat pengobatan,” kata Amir.
Menurutnya, kondisi Tami semakin parah karena efek sikologis dari ketakutan yang berlebihan.
“Ada gangguan sikologis. Makanya, keluarganya kessulitan membujuknya untuk berobat,” terang Kepala Puskesmas Gunungputri, Prima Artha.
Meski begitu, setelah mendapat bujukan dari camat, Tami mulai berkenan mendapat penanganan di rumah sakit.
“Sudah mau dibawa sekarang,” ucapnya. Kini, Tami hidup bergantung dengan anak-anaknya.
Anak ketiga Tami, Timan Main (49) mengatakan, keluarga menanggung kebutuhan orangtuanya Tami. Sebab, Tami hidup di keluarga tergolong mampu.
“Saya Alhamdulillah masih mampu merawat ibu. Hanya saja ibu saya enggan dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.
(POJOKJABAR.com,/azi/c)

0 comments:
Post a Comment