BOGOR – Pemerintah Kecamatan Cigudeg mengecek pengerjaan cut and fill gedung ruang kelas jauh SDN Sirnaasih di Kampung Cisarua, Desa Banyuresmi, akhir pekan lalu.
Camat Cigudeg Acep Sajidin menuturkan, pemerataan lahan seluas 1.800 meter persegi itu telah mencapai 80 persen.
Nanti tim dari Pemkab Bogor akan menentukan lokasi bangunan yang bakal pertama kali dikerjakan.
“Persyaratannya sudah ada, surat tanah juga lengkap. Lahannya pun sudah rapi, tinggal dibangun saja karena seluruhnya telah siap,” ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).
Proses cut and fill, tambahnya, menggunakan buldoser. Sebab jika dilakukan secara manual bakal memakan waktu lama. Hanya dalam waktu sepekan saja pengerjaan hampir rampung.Untuk lahan yang tidak bisa dikerjakan oleh buldoser, dikerjakan masyarakat yang ikut membantu secara gotong-royong,” tuturnya.
Acep memperkirakan, pekan ini proses cut and fill sudah 100 persen. Setelah itu, pihaknya bakal melapor kepada Pemkab Bogor.
“Saya kasihan melihat murid-murid kelas jauh SDN Sirnaasih itu. Kalau gedung sudah dibangun, kan mereka bisa belajar di tempat representatif. Semoga tahun ini proyek tersebut selesai,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, kondisi kelas jauh SDN Sirnaasih sangat memprihatinkan. Sekolah tersebut jauh dari kata layak.
Bayangkan saja, kelas jauh tersebut hanya terdapat satu ruang kelas. Bahkan bisa dibilang lebih mirip warung kaki lima lantaran hanya beratapkan terpal dan beralaskan tanah.
Mirisnya lagi, sebanyak 100 siswa harus belajar dalam kondisi tak nyaman. Meski setengahnya belajar di depan rumah warga sekitar.
Camat Cigudeg Acep Sajidin menuturkan, pemerataan lahan seluas 1.800 meter persegi itu telah mencapai 80 persen.
Nanti tim dari Pemkab Bogor akan menentukan lokasi bangunan yang bakal pertama kali dikerjakan.
“Persyaratannya sudah ada, surat tanah juga lengkap. Lahannya pun sudah rapi, tinggal dibangun saja karena seluruhnya telah siap,” ujarnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).
Proses cut and fill, tambahnya, menggunakan buldoser. Sebab jika dilakukan secara manual bakal memakan waktu lama. Hanya dalam waktu sepekan saja pengerjaan hampir rampung.Untuk lahan yang tidak bisa dikerjakan oleh buldoser, dikerjakan masyarakat yang ikut membantu secara gotong-royong,” tuturnya.
Acep memperkirakan, pekan ini proses cut and fill sudah 100 persen. Setelah itu, pihaknya bakal melapor kepada Pemkab Bogor.
“Saya kasihan melihat murid-murid kelas jauh SDN Sirnaasih itu. Kalau gedung sudah dibangun, kan mereka bisa belajar di tempat representatif. Semoga tahun ini proyek tersebut selesai,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, kondisi kelas jauh SDN Sirnaasih sangat memprihatinkan. Sekolah tersebut jauh dari kata layak.
Bayangkan saja, kelas jauh tersebut hanya terdapat satu ruang kelas. Bahkan bisa dibilang lebih mirip warung kaki lima lantaran hanya beratapkan terpal dan beralaskan tanah.
Mirisnya lagi, sebanyak 100 siswa harus belajar dalam kondisi tak nyaman. Meski setengahnya belajar di depan rumah warga sekitar.
POJOKJABAR.com

0 comments:
Post a Comment