JawaPos.com - Isu penculikan anak semakin santer terdengar di wilayah Kotawaringin Barat (Kobar). Bahkan SDN 4 Raja Pangkalan Bun Kamis (23/3) pagi, tiba-tiba heboh. Pasalnya, sekolah yang didominasi cat hijau itu didatangi dua orang misterius yang mencari seorang siswa di sekolah itu.
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, tepat saat siswa siswi masuk sekolah. Berawal dari dua orang tidak diketahui, pria dan wanita yang menggunakan sepeda motor datang ke SDN 4 Raja, yang mencari seorang siswa bernama Rizki di depan sekolah.
Kemudian, ada seorang murid yang merupakan teman Rizki datang memberitahu kepada ibu Rizki yang sedang duduk di kantin sekolah. Merasa curiga karena ada orang yang mencari anaknya, lantas Nurhasanah mendatangi wanita misterius tersebut yang mengaku tante anaknya. "Ada apa mencari anak saya, saya ini ibunya," kata Nurhasanah, Kamis (23/3) pagi.
Nurhasanah menceritakan, setelah ditanyakan tentang anaknya wanita itu kaget dan langsung pura-pura bahwa bukan mencari Rizki tapi Rifki. Namun setelah ditanya kelas berapa wanita itu juga tidak tahu. "Saya takut dan langsung menyuruh anak saya untuk tidak keluar sekolah, sebelum dijemput," ujarnya.
Ia menerangkan, dua orang yang mencurigakan itu menggunakan sepeda motor hitam dan membawa tas yang berukuran besar, langsung kabur. "Yang pria nunggu di sepeda motor," ujarnya.
Plt Kepala Sekolah SDN 4 Raja, Syafrudin mengaku bahwa dirinya telah mengetahui hal tersebut. Ke depannya, sekolah akan semakin meningkatkan keamanan dengan menutup gerbang sekolah dan tidak mengizinkan anak didiknya untuk tidak pulang sebelum dijemput orang tuanya. "Sudah saya instruksikan kepada sekolah-sekolah, kebetulan juga saya pengawas sekolah," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Kobar, AKBP Pria Premos meminta kepada masyarakat untuk melaporkan apa pun yang mencurigakan, khususnya terkait penculikan anak yang lagi marak. Karena sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke pihaknya terkait penculikan anak itu.
"Juga jangan reaktif dengan isu-isu yang beredar di media sosial, yang paling penting bagaimana kita menjaga anak-anak kita. Orang tua dan sekolah tingkatkan keamanan, seperti tidak membuka gerbang sekolah ketika jam istirahat dan pulang sekolah. Juga kalau bisa yang menjemput harus orang tua murid," pinta Kapolres. (vin/fab/JPG)
sumber:JawaPos.com

0 comments:
Post a Comment