Zetizen.com – Penantian penggemar
film mutan X-Men, khususnya karakter Wolverine, akhirnya berakhir.
Karena faktor usia dan menderita kanker kulit, Hugh Jackman harus
mengakhiri perannya sebagai mutan. Oleh karena itu, rasa penasaran fans
semakin besar. Apalagi, banyak kritikus yang memuji. Seperti apakah
kisah Wolverine di masa tua dalam film Logan?
Mengambil Setting Tahun 2029
X-Men cinematic universe memang agak rumit. Apalagi setelah X-Men: First Class (2013) yang membuat plot cerita X-Men semakin membingungkan. Tapi tenang, Logan mengambil setting
waktu jauh di masa depan. Jadi, tanpa menonton film-film Wolverine
sebelumnya, kamu nggak akan bingung. Tapi, kalau ingin memahami lebih
dalam, kamu bisa menonton film-film ini lebih dulu:
- X-Men Origins: Wolverine (2009): Asal-usul Wolverine
- X-Men: Apocalypse (2016): Bagaimana Transigen mendapatkan DNA Logan dan kemunculan Caliban
- X-Men: The Last Stands (2006) dan The Wolverine (2013): Memahami alasan Wolverine depresi
Logan benar-benar menjadi akhir cerita Hugh Jackman sebagai seorang wolverine. Tenang, sosok ikonik ini nggak akan digantikan
oleh pemeran lain. Tapi, kisahnya dalam film ini membuktikan bahwa akan
ada film tentang kelanjutan alur cerita Logan. Sebab, Logan berusaha
mati-matian hingga titik darah penghabisan untuk menyelamatkan para
mutan kecil, termasuk X-23.
Mengasingkan Diri Demi Keselamatan Dunia
Dalam film ini, Logan dan Caliban, mutan
yang punya radar untuk mencari mutan lain, berusaha mengasingkan
Profesor Xavier di dalam sebuah tong air. Kenapa Logan melakukan hal
itu? Beberapa tahun sebelumnya, ada sebuah kejadian di Winchester dimana
Prof. X kehilangan kendali dan menyebabkan banyak mutan, termasuk
anggota X-Men, mati seketika. Karena Logan bisa beregenerasi, dia
selamat. Untuk mencegah hal yang sama terulang, Logan dan Caliban
sepakat mengurung Xavier di dalam tong.
Kehadiran Caliban Terlalu Dipaksakan
Meski Caliban hadir untuk menjaga Prof.
Xavier, karakternya terkesan dipaksakan. Sebab, secara kemampuan, dia
memang sangat membantu pencarian Logan dan Xavier menyelamatkan X-23.
Tapi, sebenarnya keberadaannya bisa digantikan dengan peran lain,
misalnya Magneto. Dengan teknologi yang sudah sangat maju pada 2029,
Transigen bisa saja memasang alat pelacak untuk mengejar mobil Logan
tanpa harus menghadirkan Caliban. Lalu, kenapa dia masih ada? Mungkin
karena Caliban pernah selamat saat Prof. X “kumat” karena lupa minum
obat sehingga dia dianggap kuat.
Semakin Tua dan Sangat Lemah
Wolverine digambarkan sebagai mutan yang sangat kuat dan bisa
regenerasi. Tapi, di usianya yang semakin tua, Logan justru keracunan
logam adamantium di dalam tubuhnya. Alhasil, dia tampak kesakitan dan
kehilangan segala kekuatannya. Parahnya lagi, alkohol yang dia minum
untuk menghilangkan tekanan hidup malah membuat tubuhnya semakin lemah.
Di sisi lain, Xavier tua bukan seperti dirinya yang dulu. Xavier
digambarkan menjadi orang tua yang sangat merepotkan dan menyebalkan.
Hal ini pun dibuat menjadi punchline komedi dalam film ini.
Lahirnya Dua Anak Biologis Wolverine
Jumlah mutan semakin langka. Alhasil, beberapa orang mengembangkan mutan untuk dilahirkan lagi. Ingat post credit X-Men Apocalypse
yang menunjukkan beberapa agen datang ke tempat Logan dikurung? Di
sanalah DNA dan hasil penelitian Logan diambil dan dikembangkan menjadi
mutan baru. Dari situlah X-23 dan X-24 lahir. X-24 merupakan hasil
spesimen Transigen berkelamin laki-laki sehingga wujudnya sama persis
dengan Logan. Sedangkan Laura atau X-23 merupakan pengembangan kelamin
perempuan sehingga cakarnya hanya dua di tangan dan satu di kaki. Hal
ini sama dengan singa betina yang punya cakar di kaki depan untuk
menyerang dan belakang untuk menjaga anaknya.
Lebih Mengaduk Emosi Penonton
Inilah yang menjadi senjata terbaik film garapan sutradara James Mangold ini. Selain sinematografi dan penggunaan tone yang sangat bagus, cerita Logan
lebih bersifat ke perjuangan sebuah keluarga kecil demi mempertahankan
hidup. Bukan sebuah konflik dan berakhir perang. Logan yang kamu kenal
dan beringas akan menjadi seorang ayah yang benar-benar menjaga
keluarganya kecilnya, yaitu Laura.
| Editor: Ratri Anugrah

0 comments:
Post a Comment