jpnn.com, MINAHASA
- Peristiwa perampokan disertai perkosaan dan pembunuhan terjadi di
desa Tateli Satu, Jaga IV, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Sulut, Kamis
(9/3) subuh.
Trinni Mamahit (54),
ditemukan tewas di dalam kamarnya, dengan kondisi busana tidak lengkap
dan terlentang di atas tempat tidur.
Diduga kuat, Mantan Guru SMP Tompaso Baru, Minahasa Selatan (Minsel) ini diperkosa lalu dibunuh orang tidak dikenal.
Bukan
hanya itu saja, anak perempuan kesayangannya berinisial RS alias Mawar
(19), juga dianiaya, lalu ditikam. Mahasiswi ini juga diduga telah
diperkosa.
Informasi dari berbagai
sumber, baik di lokasi kejadian maupun dari pihak Kepolisian, subuh
sekira pukul 04.00 wita, gadis cantik berkulit putih itu sedang tidur di
dalam kamarnya. Dan, dia tiba-tiba terkejut ada seorang lelaki di dalam
kamarnya.
Di saat Mawar hendak teriak, dengan cepat pelaku memukul kepala Mawar.
Mawar sempat memberikan perlawanan, namun pelaku terus memukul wajah dan kepalanya, lalu pelaku menelanjanginya.
Merasa
akan diperkosa, Mawar kembali memberikan perlawanan. Namun, pelaku
kembali menganiaya Mawar, bahkan pelaku menikam punggung Mawar. Mawar
kemudian jatuh pingsan.
Diduga kuat, usai beraksi pelaku pindah
ke kamar korban Trinni. Di sana, pelaku melanjutkan aksinya. Trinni
dianiaya, kemudian diperkosa, kemudian dibunuh.
Pagi
hari, Mawar sadar dari pingsannya. Hanya menggunakan handuk, Mahasiswi
semester IV itu keluar dari rumah dan minta tolong ke lelaki Setyobudi
(56), Operator PT Kinstone Sulutindo, yang kebetulan saat itu sedang
berada di Pos penjagaan perusahan itu.
Kepada Setyobudi, korban menyampaikan jika dirinya telah diperkosa, dan ibunya dibunuh orang tidak dikenal.
"Saya
bertemu dengan Mawar yang sudah dalam kondisi penuh luka memar di
bagian waja dan hanya memakai handuk, dan saat itu Mawar mengatakan
rumahnya disantroni maling dan sudah membunuh ibunya serta penganiaya
Mawar," jelas Setyobudi.
Mendengar pengakuan dari Mawar, Setyobudi menginformasikan kejadian itu Babinsa di Desa Tateli.
Setelah
itu, Babinsa bersama warga sekitar mereka langsung menuju ke lokasi
kejadian. Di sana, mereka mendapati Mawar sudah pingsan di teras
rumahnya.
Saat itu juga Mawar dilarikan ke RSUP Kandou Manado untuk mendapat perawatan medis.
Sedangkan pihak Babinsa dan warga lainnya memeriksa rumah tersebut.
Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati Trinni sudah meninggal dunia dengan posisi terlentang di atas tempat tidur.
Diduga
Trinni dibunuh dengan cara cekik, dan mulutnya disumpal pakai jaket. Di
bagian leher ibu dua anak itu ditemukan luka memar.
Peristiwa
itu dilaporkan ke pihak Polisi. Tidak lama kemudian, Tim identifikasi
Polresta Manado langsung tiba di lokaso kejadian dan melakukan ola TKP.
Setelah itu, jenazah Trinni di evakuasi ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sulut untuk dilakukan Outopsi.
Kapolresta
Manado Kombes Pol Hisar Siallagan, ketika dikonfirmasi mengatakan,
pihaknya sudah berada di lokasi kejadian, dan melakukan olah TKP.
Sedangkan beberapa saksi sudah dipanggil untuk diperiksa.
"Kami
menerima laporan dimana di Desa Tateli terjadi kasus dugaan 365,
pencurian dan kekerasan, hingga kehilangan nyawa seorang ibu yang diduga
diperkosa lalu dicekik. Anaknya dianiaya, diduga juga diperkosa. Untuk
barang yang hilang untuk sementara baru Handphone. Untuk pelaku, diduga
lebih dari 1 orang, dan sementara dilacak oleh K9 Polda Sulut, untuk
mencari jejak larinya pelaku," jelas Siallagan.(MP/jpnn)
Sumber : Jpnn.com

0 comments:
Post a Comment