KABUPATEN BANDUNG – Bantuan logistik dan keperluan lainnya untuk para pengungsi dan korban bencana banjir telah didistribusikan. Mereka adalah korban banjir yang terjadi di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Rancaekek . Berbagai bantuan tersebut didrop melalui kantor kecamatan untuk selanjutnya dibagikan kepada para korban di beberapa titik pengungsian.
“Sekitar satu bulan terakhir ini, pihaknya selalu memantau kebutuhan logistik serta kebutuhan lain para pengungsi,” kata Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Yusran Razak, kemarin (21/3/2017).
Ia menyebut, berbagai pasokan logistik seperti beras, mie instan, sarden, kornet dan air bersih disalurkan ke gudang-gudang milik kecamatan yang sebagian daerahnya terkena bencana banjir.
“Kami selalu dorong atau keluarkan persediaan logistik yang ada di gudang Dinsos ini. Pendistribusian memang sesuai permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kemudian kami kirim ke gudang milik kecamatan. Jadi jika ada korban banjir yang merasa tidak pernah mendapatkan atau kekurangan bantuan, silahkan menghubungi BPBD dan pihak kecamatan masing-masing. Kami menjamin jika kebutuhan pengungsi dari mulai logistik, air bersih, alas tidur dan selimut terus kami penuhi,” beber Yusran.
POJOKJABAR.com, KABUPATEN BANDUNG – Bantuan logistik dan keperluan lainnya untuk para pengungsi dan korban bencana banjir telah didistribusikan. Mereka adalah korban banjir yang terjadi di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Rancaekek . Berbagai bantuan tersebut didrop melalui kantor kecamatan untuk selanjutnya dibagikan kepada para korban di beberapa titik pengungsian.
“Sekitar satu bulan terakhir ini, pihaknya selalu memantau kebutuhan logistik serta kebutuhan lain para pengungsi,” kata Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Yusran Razak, kemarin (21/3/2017).
Ia menyebut, berbagai pasokan logistik seperti beras, mie instan, sarden, kornet dan air bersih disalurkan ke gudang-gudang milik kecamatan yang sebagian daerahnya terkena bencana banjir.
“Kami selalu dorong atau keluarkan persediaan logistik yang ada di gudang Dinsos ini. Pendistribusian memang sesuai permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kemudian kami kirim ke gudang milik kecamatan. Jadi jika ada korban banjir yang merasa tidak pernah mendapatkan atau kekurangan bantuan, silahkan menghubungi BPBD dan pihak kecamatan masing-masing. Kami menjamin jika kebutuhan pengungsi dari mulai logistik, air bersih, alas tidur dan selimut terus kami penuhi,” beber Yusran
Tak hanya itu saja, kata Yusran, berbagai bantuan lainnya seperti peralatan dapur, seragam sekolah serta kebutuhan pengungsi lainnya terus diperhatikan oleh pemerintah. Bahkan, tanpa ada permintaan pun, bantuan logistik dan lainnya itu tetap diberikan seperti kepada para korban banjir di Kecamatan Rancaekek.
Dinas Sosial mengirimkan bantuan kepada warga korban terdampak banjir akibat banjir luapan Sungai Cimande dan Cikijing, bantuan berupa makanan instan, beras, pakaian seragam sekolah, selimut dan lainnya.
“Kalau barang kami di gudang itu penuh dan ada kejadian bencana terus kami keluarkan untuk disalurkan. Karena buat apa disimpan juga malah rusak sama tikus, selain itu karena memang itu berbagai barang logistik kan haknya masyarakat. Nah kalau soal ada keluhan, katanya pengungsi kekurangan logistik dan lain sebagainya, silakan saja tanya ke pihak kecamatan, soalnya kalau dari kami selalu dipenuhi setiap ada permintaan,” katanya.
Yusran menuturkan, termasuk untuk para korban banjir yang tidak mengungsi seperti di Kampung Parunghalang Kecamatan Dayeuhkolot yang selalu mengeluhkan minimnya bantuan, ia menyarankan untuk berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan BPBD. Karena sistem distribusi dari Dinas Sosial hanya hingga ke gudang-gudang milik kecamatan. Begitu juga untuk teknis pendataan korban bencana, komandonya berada di BPBD.
“Stok logistik memang kami yang pegang. Termasuk bantuan dari pusat dan provinsi pun kami yang terima seperti beberapa waktu lalu kami ada kiriman enam truk fuso logistik dari Kementerian Sosial langsung kami salurkan kepada para korban banjir. Silakan saja cek gudang kami, saat ini saja logistik tinggal sedikit,” tuturnya.
Sementara itu, para pengungsi di Gor Inkanas yang berasal dari Kampung Cigosol dan Cieunteung masih bertahan. Mereka masih enggan kembali ke rumah karena genangan air setinggi kurang lebih 1,5 meter.
Begitu juga dengan pengungsi di Kantor Desa Dayeuhkolot dan Masjid Besar Asofia sebagian pengungsi masih bertahan. Mereka bertahan karena genangan air masih terjadi meski telah surut dari beberapa hari sebelumnya.
“Genangan air di Jalan Raya juga sudah enggak ada sekarang mah. Cuma kalau di rumah kami air masih ada, apalagi di rumah-rumah yang daerahnya rendah air masih tinggi,” tandas Atep, salah seorang warga Cieunteung.
(apt)
~ Korban Banjir ~
“Sekitar satu bulan terakhir ini, pihaknya selalu memantau kebutuhan logistik serta kebutuhan lain para pengungsi,” kata Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Yusran Razak, kemarin (21/3/2017).
Ia menyebut, berbagai pasokan logistik seperti beras, mie instan, sarden, kornet dan air bersih disalurkan ke gudang-gudang milik kecamatan yang sebagian daerahnya terkena bencana banjir.
“Kami selalu dorong atau keluarkan persediaan logistik yang ada di gudang Dinsos ini. Pendistribusian memang sesuai permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kemudian kami kirim ke gudang milik kecamatan. Jadi jika ada korban banjir yang merasa tidak pernah mendapatkan atau kekurangan bantuan, silahkan menghubungi BPBD dan pihak kecamatan masing-masing. Kami menjamin jika kebutuhan pengungsi dari mulai logistik, air bersih, alas tidur dan selimut terus kami penuhi,” beber Yusran.
POJOKJABAR.com, KABUPATEN BANDUNG – Bantuan logistik dan keperluan lainnya untuk para pengungsi dan korban bencana banjir telah didistribusikan. Mereka adalah korban banjir yang terjadi di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Rancaekek . Berbagai bantuan tersebut didrop melalui kantor kecamatan untuk selanjutnya dibagikan kepada para korban di beberapa titik pengungsian.
“Sekitar satu bulan terakhir ini, pihaknya selalu memantau kebutuhan logistik serta kebutuhan lain para pengungsi,” kata Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Dinas Sosial Kabupaten Bandung, Yusran Razak, kemarin (21/3/2017).
Ia menyebut, berbagai pasokan logistik seperti beras, mie instan, sarden, kornet dan air bersih disalurkan ke gudang-gudang milik kecamatan yang sebagian daerahnya terkena bencana banjir.
“Kami selalu dorong atau keluarkan persediaan logistik yang ada di gudang Dinsos ini. Pendistribusian memang sesuai permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kemudian kami kirim ke gudang milik kecamatan. Jadi jika ada korban banjir yang merasa tidak pernah mendapatkan atau kekurangan bantuan, silahkan menghubungi BPBD dan pihak kecamatan masing-masing. Kami menjamin jika kebutuhan pengungsi dari mulai logistik, air bersih, alas tidur dan selimut terus kami penuhi,” beber Yusran
Tak hanya itu saja, kata Yusran, berbagai bantuan lainnya seperti peralatan dapur, seragam sekolah serta kebutuhan pengungsi lainnya terus diperhatikan oleh pemerintah. Bahkan, tanpa ada permintaan pun, bantuan logistik dan lainnya itu tetap diberikan seperti kepada para korban banjir di Kecamatan Rancaekek.
Dinas Sosial mengirimkan bantuan kepada warga korban terdampak banjir akibat banjir luapan Sungai Cimande dan Cikijing, bantuan berupa makanan instan, beras, pakaian seragam sekolah, selimut dan lainnya.
“Kalau barang kami di gudang itu penuh dan ada kejadian bencana terus kami keluarkan untuk disalurkan. Karena buat apa disimpan juga malah rusak sama tikus, selain itu karena memang itu berbagai barang logistik kan haknya masyarakat. Nah kalau soal ada keluhan, katanya pengungsi kekurangan logistik dan lain sebagainya, silakan saja tanya ke pihak kecamatan, soalnya kalau dari kami selalu dipenuhi setiap ada permintaan,” katanya.
Yusran menuturkan, termasuk untuk para korban banjir yang tidak mengungsi seperti di Kampung Parunghalang Kecamatan Dayeuhkolot yang selalu mengeluhkan minimnya bantuan, ia menyarankan untuk berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan BPBD. Karena sistem distribusi dari Dinas Sosial hanya hingga ke gudang-gudang milik kecamatan. Begitu juga untuk teknis pendataan korban bencana, komandonya berada di BPBD.
“Stok logistik memang kami yang pegang. Termasuk bantuan dari pusat dan provinsi pun kami yang terima seperti beberapa waktu lalu kami ada kiriman enam truk fuso logistik dari Kementerian Sosial langsung kami salurkan kepada para korban banjir. Silakan saja cek gudang kami, saat ini saja logistik tinggal sedikit,” tuturnya.
Sementara itu, para pengungsi di Gor Inkanas yang berasal dari Kampung Cigosol dan Cieunteung masih bertahan. Mereka masih enggan kembali ke rumah karena genangan air setinggi kurang lebih 1,5 meter.
Begitu juga dengan pengungsi di Kantor Desa Dayeuhkolot dan Masjid Besar Asofia sebagian pengungsi masih bertahan. Mereka bertahan karena genangan air masih terjadi meski telah surut dari beberapa hari sebelumnya.
“Genangan air di Jalan Raya juga sudah enggak ada sekarang mah. Cuma kalau di rumah kami air masih ada, apalagi di rumah-rumah yang daerahnya rendah air masih tinggi,” tandas Atep, salah seorang warga Cieunteung.
(apt)
~ Korban Banjir ~
sumber:POJOKJABAR.com,

0 comments:
Post a Comment