BOGOR – Tak kunjung mendapatkan perhatian dari pemerintah, warga Desa Nambo akhirnya berinisiatif perbaikan jalan yang berlobang di Jalan Raya Simpang Walahir, Desa Nambo.
Namun, aktifitas ini justru membahayakan pengendara lantaran matrial yang digunakan tanah merah.
Meski begitu, warga mengaku telah dipertimbangkan efek berbahaya dari penambalan jalan.
“Untuk sementara pakai tanah karena mudah didapet. Kalau pakai puling harus keluar uang,” tukas Jatmika (34), warga sekitar.
Menurutnya, aksi spontan warga itu karena kondisi kerusakan jalan semakin parah. Apalagi, jalan rusak ini sudah banyak memakan korban.
“Banyak warga jatuh sampai patah tulang,” kata dia.
Ditambah lagi kondisi lampu penerangan jalan (PJU) di sana tidak berfungsi.
“Kalau malam gelap, makanya sangat bahaya,” terangnya.
Mereka berharap perbaikan segera dilakukan.
Sementara itu Camat Klapanunggal, Ade Yana mengatakan, mereka akan membahas perbaikan jalan itu dalam Musrenbang kecamatan. Mereka berharap perbaikan jalan itu bisa diprioritaskan.
“Saya belum lihat apakah sudah ada usulan dari desa atau belum. Kalau belum akan saya dorong,” tukasnya.
Ade memprediksi, perbaikan jalan dapat dilakukan pada 2018.
“Insya Allah 2018 bisa diperbaiki. Yang penting proses pengajuan dikejar terus,” tandasnya.
POJOKJABAR.com,
Namun, aktifitas ini justru membahayakan pengendara lantaran matrial yang digunakan tanah merah.
Meski begitu, warga mengaku telah dipertimbangkan efek berbahaya dari penambalan jalan.
“Untuk sementara pakai tanah karena mudah didapet. Kalau pakai puling harus keluar uang,” tukas Jatmika (34), warga sekitar.
Menurutnya, aksi spontan warga itu karena kondisi kerusakan jalan semakin parah. Apalagi, jalan rusak ini sudah banyak memakan korban.
“Banyak warga jatuh sampai patah tulang,” kata dia.
Ditambah lagi kondisi lampu penerangan jalan (PJU) di sana tidak berfungsi.
“Kalau malam gelap, makanya sangat bahaya,” terangnya.
Mereka berharap perbaikan segera dilakukan.
Sementara itu Camat Klapanunggal, Ade Yana mengatakan, mereka akan membahas perbaikan jalan itu dalam Musrenbang kecamatan. Mereka berharap perbaikan jalan itu bisa diprioritaskan.
“Saya belum lihat apakah sudah ada usulan dari desa atau belum. Kalau belum akan saya dorong,” tukasnya.
Ade memprediksi, perbaikan jalan dapat dilakukan pada 2018.
“Insya Allah 2018 bisa diperbaiki. Yang penting proses pengajuan dikejar terus,” tandasnya.
POJOKJABAR.com,

0 comments:
Post a Comment