Harapan Menpar Arief Saat Pariwisata Menuju Digital
Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) III Perguruan Tinggi Pariwisata se-Indonesia yang digelar di Hotel Mercure Bandung, Menpar Arief Yahya menyampaikan bahwa Go Digital harus segera masuk ke sekolah tinggi pariwisata. Kata dia, Go Digital hsrus masuk menjadi bagian dari kurikulum dan wajib diajarkan kepada seluruh anak didik.
“Saya ingin program prioritas Go Digital juga menyentuh sekolah tinggi pariwisata. SDM Pariwisata Indonesia harus bisa bersaing di level global. Karenanya sekarang kami luncurkan sbmstapp.kemenpar.go.id,”
terang Menpar Arief Yahya, Senin (13/3) malam.
Semua info terkait STP Nusa Dua Bali, STP NHI Bandung, Akademi Pariwisata Medan, Poltekpar Makassar dan Poltekpar Palembang, ada di situs tersebut. Pendaftarannya pun bisa dilakukan di situs itu. Dan semuanya, langsung dikonekkan dengan industri pariwisata nasional dan global.
Penggunaan digital, kata Arief Yahya, itu sebuah keniscayaan. Future customers, atau pelanggan masa depan, menurutnya, sudah hampir pasti digital minded semua. Dunia sekarang sudah berada dalam genggaman.
“Kalau tak segera mengubah pola pikir ke digital, kita pasti ketinggalan. Sulit mengejar rival-rival utama kita,” terang Arief.
Memang, sudah tak bisa dibantah lagi, perilaku manusia sudah bergeser ke digital. Wartel yang dulunya menjamur hingga 124.000 buah hingga ke pelosok-pelosok kampung sudah ditinggalkan. Transportasi konvensional perlahan mulai tergerus dengan layanan aplikasi berbasis digital. Belanja pun sudah mulai bergeser ke e-commerce.
Pengguna internet di seluruh dunia jumlahnya terus naik. Ponsel dan koneksi broadband mobile sudah menjadi menu wajib yang sulit ditolak. Sudah menjadi basic need. Menurut lembaga riset pasar e-Marketer, populasi netter dunia mencapai 3 miliar orang pada 2015.
“Dunia sudah dalam genggaman. Untuk memenangkan peperangan cara paling gampangnya ya menggunakan IT dan Go Digital,” ucap Menteri asal Banyuwangi itu. (jpg)
sumber:jawapos.com
“Saya ingin program prioritas Go Digital juga menyentuh sekolah tinggi pariwisata. SDM Pariwisata Indonesia harus bisa bersaing di level global. Karenanya sekarang kami luncurkan sbmstapp.kemenpar.go.id,”
terang Menpar Arief Yahya, Senin (13/3) malam.
Semua info terkait STP Nusa Dua Bali, STP NHI Bandung, Akademi Pariwisata Medan, Poltekpar Makassar dan Poltekpar Palembang, ada di situs tersebut. Pendaftarannya pun bisa dilakukan di situs itu. Dan semuanya, langsung dikonekkan dengan industri pariwisata nasional dan global.
Penggunaan digital, kata Arief Yahya, itu sebuah keniscayaan. Future customers, atau pelanggan masa depan, menurutnya, sudah hampir pasti digital minded semua. Dunia sekarang sudah berada dalam genggaman.
“Kalau tak segera mengubah pola pikir ke digital, kita pasti ketinggalan. Sulit mengejar rival-rival utama kita,” terang Arief.
Memang, sudah tak bisa dibantah lagi, perilaku manusia sudah bergeser ke digital. Wartel yang dulunya menjamur hingga 124.000 buah hingga ke pelosok-pelosok kampung sudah ditinggalkan. Transportasi konvensional perlahan mulai tergerus dengan layanan aplikasi berbasis digital. Belanja pun sudah mulai bergeser ke e-commerce.
Pengguna internet di seluruh dunia jumlahnya terus naik. Ponsel dan koneksi broadband mobile sudah menjadi menu wajib yang sulit ditolak. Sudah menjadi basic need. Menurut lembaga riset pasar e-Marketer, populasi netter dunia mencapai 3 miliar orang pada 2015.
“Dunia sudah dalam genggaman. Untuk memenangkan peperangan cara paling gampangnya ya menggunakan IT dan Go Digital,” ucap Menteri asal Banyuwangi itu. (jpg)
sumber:jawapos.com

0 comments:
Post a Comment