jpnn.com, SAMBAS
- Sebanyak 46 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 8 Kartiasa, Sambas
keracunan setelah mengonsumsi es krim yang dibagikan secara gratis oleh
penjual yang tak dikenal.
Rudianto,
54, salah seorang orang tua murid, mengungkapkan, pulang sekolah,
anaknya yang masih kelas I mengeluh sakit perut dan muntah.
"Setelah
saya tanya, katanya minum es krim secara gratis oleh pedagang saat
pulang sekolah. Lalu, saya pergi ke sekolah bersama anak saya, ternyata
ramai anak yang menderita sakit perut dan muntah-muntah. Kemudian,
disarankan gurunya untuk pergi ke RSUD Sambas," kata Rudianto.
Agustina, 45, juga membawa anaknya berobat. Gara-garanya adalah mengonsumsi es krim di sekolah.
Anaknya juga sakit perut dan muntah-muntah setelah minum es krim.
"Saya
tanya kepada anak saya, apakah mengenali orang yang menjual es krim.
Kata anak saya tidak kenal dan baru pertama berjualan di sekolahnya.
Penjualnya memakai masker sehingga sulit dikenali. Pedagang itu
mengendarai sepeda motor merah," jelas Agustina.
Agustina menyatakan, setelah minum es krim di sekolah, anaknya baru merasa sakit di rumah.
"Kemudian,
saya tanya orang tua siswa yang sekelas dengan anak saya, katanya
mengalami hal sama. Kemudian, baru kami bawa anak ke puskesmas. Pihak
puskesmas menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit karena banyak anak
yang menderita sakit serupa," tuturnya.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD
Sambas Supardi mengatakan, dugaan sementara, penyebab sakit adalah es
krim yang dikonsumsi anak-anak.
Sebelum pukul 11.00, anak-anak kelas I dan II pulang, lalu diberi es krim oleh pedagang yang tak dikenali.
"Mereka semua menderita sakit," ujar Supardi.
Data sementara, 27 siswa berobat ke RSUD Sambas. Seluruhnya sudah pulang.
Tidak
ada yang dirawat inap. Supardi mengimbau orang tua agar segera membawa
anaknya ke RSUD Sambas ketika mulai menunjukkan gejala sakit lagi.
Itu dilakukan untuk mendapatkan penanganan medis.
Kabid
Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Sambas Ardias
mengatakan, sampel es krim telah diambil dan kini sudah dikemas.
Selanjutnya dikirim ke Labkesda Kalbar.
"Tentu kami tunggu hasil dari pemeriksaan laboratorium," ujarnya. (sai/c10/ami/jpnn)
Sumber : Jpnn.com

0 comments:
Post a Comment