jpnn.com, JAKARTA
- Regulasi PSSI terkait marquee player ternyata tak didukung semua
klub yang bermain di Liga 1 2017. Alasannya cukup mendasar, tak semua
klub memiliki finansial berlebih seperti Persib Bandung dan Madura
United.
Bagi klub di luar Persib dan
Madura United diyakini tak sanggup apabila mendatangkan pemain kelas
dunia seperti Michael Essien dan Peter Odemwingie. Aturan itupun dinilai
hanya menguntungkan klub yang memiliki anggaran dana berlebih di Liga 1
nanti.
Memang, dengan memiliki
marquee player, setiap klub akhirnya memiliki empat pemain asing. Itu
dengan hitungan satu pemain marquee player dan tiga pemain asing dengan
regulasi 2 + 1 (dua pemain asing non Asia dan satu Asia).
Sebagian
klub lain juga mengkhawatirkan dengan adanya marquee player, klub-klub
yang memaksakan merekrut pemain bintang demi mendapatkan empat pemain
asing, bisa terkendala finansial. Dengan harga mencapai miliaran rupiah,
bisa saja anggaran klub untuk mengontrak pemain melonjak tiga kali
lipat.
Efeknya, kalau pemasukan lebih kecil dari pengeluaran, klub akan limbung. Akhirnya, gaji pemain tak terbayarkan.
Menanggapi hal ini, Direktur Media PSSI Hanif Thamrin mengakui bakal ada pembahasan resmi terkait adanya pembatasan terhadap klub yang akan menggunakan marquee player, sehingga klub tak sekadar jorjoran, tapi juga bisa mengangkat kompetisi.
Menanggapi hal ini, Direktur Media PSSI Hanif Thamrin mengakui bakal ada pembahasan resmi terkait adanya pembatasan terhadap klub yang akan menggunakan marquee player, sehingga klub tak sekadar jorjoran, tapi juga bisa mengangkat kompetisi.
"Nanti tanggal 29 Maret soal Liga 1 dan aturannya akan dibahas lebih matang," ungkapnya.
Meski
tak bisa diubah soal batasan jumlah pemain, PSSI ternyata menurut Wakil
Ketua Umum Joko Driyono memiliki harapan tersendiri dengan marquee
player. Di mana, pemain tersebut bukan hanya menjadi daya tarik
kompetisi terhadap market, tapi bisa meningkatkan Liga 1 2017 juga
nantinya.
"Karena itu nanti akan ada
salary cap atau pembatasan bayaran. Agar klub tidak jor-joran tapi tak
memberikan dampak apa-apa," paparnya. (dkk/jpnn)
Sumber : Jpnn.com

0 comments:
Post a Comment