Andai Sopir Angkot di Bogor Masih Mogok


BOGOR – Satu hari Selasa (21/03/2017) sopir angkutan kota atau Angkot di Bogor mogok bekerja.

Anak-anak sekolah, mahasiswa dan masyarakat  pengguna angkot harus diangkut  oleh mobil TNI, Polri dan Pemkot ke tempat tujuan mereka, pergi dan pulang.

Suasana di jalan-jalan utama menjadi sangat lapang. Tidak ada kemacetan, termasuk di Jalan Juanda, Jalan RE Martadinata, Empang, kecuali di Jalan Sholeh Iskandar yang sedang ada pekerjaan proyek besar jalan tol.

Tidak ada pula antrean panjang di pintu-pintu rel kereta api, yang selama ini menjadi salah satu biang kemacetan di Kota Bogor.

Jalan-jalan utama dalam kota kemarin memang tampak agak manusiawi di banding hari-hari sebelumnya.

Dari Kebon Pedes sampai Ciawi. Bila sebulan saja ada suasana seperti itu, maka lalulintas kendaraan di kota tercinta ini bisa naik kelas menjadi manusiawi. Kita memang merindukan sangat manusiawi.

Bila sopir angkot di Kota Bogor masih saja mogok, maka ini jalan terbaik bagi walikota untuk menata secara komprehensif, secara modern  sistem transportasi di kota ini.

Ikhtiar yang dapat dilakukan untuk jangka pendek:

1.  Radar Bogor (Pojoksatu.id Group) menyiapkan 10 mobil untuk mengangkut para siswa ke sekolah dan menjemput mereka pulang ke rumahnya.

Ini supaya mereka tidak terlambat masuk kelas dan ada kepastian mereka pulang ke rumah tepat waktu.

2. Siswa yg diangkut adalah mereka yang rumahnya dekat dari rumah sopir mobil-mobil dinas Radar Bogor.

3. Ini menjadi kebijakan yang berlaku bila kapan saja ada aksi mogok sopir seperti ini.

4. Kami memohon dan mengimbau kepada Pak Walikota supaya membuat kebijakan agar semua mobil dinas di semua dinas dan kantor juga melakukan hal yang sama. Karena jumlah mobil dinas di pemkot jumlahnya sangat banyak.

5. Memohon juga kepada teman-teman pengusaha dan pimpinan perusahaan dapat pula melakukan hal yang sama.

6. Perguruan Tinggi yang punya mobil bus maka itu bisa digunakan untuk mengangkut mahasiswanya.

Bila kita bisa melakukan itu, maka mogoknya sopir angkot seperti ini bukanlah masalah besar,

karena ada ribuan mobil yang siap mengatasi persoalan telantarnya anak-anak kita, adik-adik kita masuk dan pulang dari sekolah atau kampus.

Dan biarkan saja bapak-bapak sopir itu mogok  terus.

Kita patut berterima kasih kepada TNI dan Polri yang telah mengarahkan armada angkutannya untuk mengatasi masalah mogoknya sopir angkot di Kota Bogor ini.
(radar bogor/*)

POJOKJABAR.com, BOGOR – Satu hari Selasa (21/03/2017) sopir angkutan kota atau Angkot di Bogor mogok bekerja.

Anak-anak sekolah, mahasiswa dan masyarakat  pengguna angkot harus diangkut  oleh mobil TNI, Polri dan Pemkot ke tempat tujuan mereka, pergi dan pulang.

Suasana di jalan-jalan utama menjadi sangat lapang. Tidak ada kemacetan, termasuk di Jalan Juanda, Jalan RE Martadinata, Empang, kecuali di Jalan Sholeh Iskandar yang sedang ada pekerjaan proyek besar jalan tol.

Tidak ada pula antrean panjang di pintu-pintu rel kereta api, yang selama ini menjadi salah satu biang kemacetan di Kota Bogor.

Jalan-jalan utama dalam kota kemarin memang tampak agak manusiawi di banding hari-hari sebelumnya.

Dari Kebon Pedes sampai Ciawi. Bila sebulan saja ada suasana seperti itu, maka lalulintas kendaraan di kota tercinta ini bisa naik kelas menjadi manusiawi. Kita memang merindukan sangat manusiawi.

Bila sopir angkot di Kota Bogor masih saja mogok, maka ini jalan terbaik bagi walikota untuk menata secara komprehensif, secara modern  sistem transportasi di kota ini.

Ikhtiar yang dapat dilakukan untuk jangka pendek:

1.  Radar Bogor (Pojoksatu.id Group) menyiapkan 10 mobil untuk mengangkut para siswa ke sekolah dan menjemput mereka pulang ke rumahnya.

Ini supaya mereka tidak terlambat masuk kelas dan ada kepastian mereka pulang ke rumah tepat waktu.

2. Siswa yg diangkut adalah mereka yang rumahnya dekat dari rumah sopir mobil-mobil dinas Radar Bogor.

3. Ini menjadi kebijakan yang berlaku bila kapan saja ada aksi mogok sopir seperti ini.

4. Kami memohon dan mengimbau kepada Pak Walikota supaya membuat kebijakan agar semua mobil dinas di semua dinas dan kantor juga melakukan hal yang sama. Karena jumlah mobil dinas di pemkot jumlahnya sangat banyak.

5. Memohon juga kepada teman-teman pengusaha dan pimpinan perusahaan dapat pula melakukan hal yang sama.

6. Perguruan Tinggi yang punya mobil bus maka itu bisa digunakan untuk mengangkut mahasiswanya.

Bila kita bisa melakukan itu, maka mogoknya sopir angkot seperti ini bukanlah masalah besar,

karena ada ribuan mobil yang siap mengatasi persoalan telantarnya anak-anak kita, adik-adik kita masuk dan pulang dari sekolah atau kampus.

Dan biarkan saja bapak-bapak sopir itu mogok  terus.

Kita patut berterima kasih kepada TNI dan Polri yang telah mengarahkan armada angkutannya untuk mengatasi masalah mogoknya sopir angkot di Kota Bogor ini.
(radar bogor/*)

sumber:POJOKJABAR.com,
Share on Google Plus

About Enter Bogor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment