Nyawa tukang gali bangunan Ruslianto (44) hampir saja melayang, kemarin (31/1). Cangkul yang dia gunakan untuk menggali parit di rumah salah satu warga mengenai bahan peledak. Untungnya granat nanas yang ditemukan Ruslianto tidak meledak.
Penemuan peledak itu akhirnya membuat geger warga Komplek Peruri, RT 02/08, Kelurahan Kreo Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Sang penemu granat, Ruslianto mengaku tidak mengetahui benda yang ditemukannya itu adalah bahan peledak alias bom.
Sebab, saat menggali cangkulnya berbunyi keras seperti beradu dengan besi. Saat mencongkel dari dalam parit Ruslianto mengaku berniat membersihkan dan membawa pulang benda tersebut.
”Saya kira gantungan kunci dari besi karena sudah berkarat. Sempat sih keluar percikan api pas cangkul mengenai bagian tengah granat. Mana saya tau kalau benda itu bahan peledak, kalau meledak ya pasti tewas di sini,” katanya kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), kemarin (31/1).
Lebih jauh, Ruslianto menyatakan, diketahuinya benda yang ditemukannya berupa granat nanas aktif setelah membersihkannya dan menunjukannya kepada salah satu warga. Dari sana dia langsung meletakan benda tersebuat ke dalam plastik putih di atas tanah. Lalu melaporkannya kepada ketua RT setempat.
”Pak RT disini yang lalu melaporkannya ke polisi. Banyak warga yang liat dan ketakutan karena dapat meledak, dan saya juga jadi takut juga. Yang datang ngambil granatnya itu ke sini Brimob, pas dilaporkan RT ke polisi. Saya hanya dimintai keterangan saja mengenai penemuan granat ini,” paparnya.
Mendapati laporan warga adanya penemuan granat nanas, jajaran Polsek Ciledug pun mensterilkan lokasi menggunakan garis polisi. Polisi lantas berkoordinasi dengan Tim Gegana Polda Metro Jaya untuk mengecek penemuan granat nanas tersebut. ”Granat yang ditemukan itu sudah terpendam cukup lama dan masih aktif. Kini granat sudah diamankan,” terang Kanit Reskrim Polsek Ciledug, AKP Jeferson. (cok/yuz/JPG)
Penemuan peledak itu akhirnya membuat geger warga Komplek Peruri, RT 02/08, Kelurahan Kreo Selatan, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Sang penemu granat, Ruslianto mengaku tidak mengetahui benda yang ditemukannya itu adalah bahan peledak alias bom.
Sebab, saat menggali cangkulnya berbunyi keras seperti beradu dengan besi. Saat mencongkel dari dalam parit Ruslianto mengaku berniat membersihkan dan membawa pulang benda tersebut.
”Saya kira gantungan kunci dari besi karena sudah berkarat. Sempat sih keluar percikan api pas cangkul mengenai bagian tengah granat. Mana saya tau kalau benda itu bahan peledak, kalau meledak ya pasti tewas di sini,” katanya kepada INDOPOS (Jawa Pos Group), kemarin (31/1).
Lebih jauh, Ruslianto menyatakan, diketahuinya benda yang ditemukannya berupa granat nanas aktif setelah membersihkannya dan menunjukannya kepada salah satu warga. Dari sana dia langsung meletakan benda tersebuat ke dalam plastik putih di atas tanah. Lalu melaporkannya kepada ketua RT setempat.
”Pak RT disini yang lalu melaporkannya ke polisi. Banyak warga yang liat dan ketakutan karena dapat meledak, dan saya juga jadi takut juga. Yang datang ngambil granatnya itu ke sini Brimob, pas dilaporkan RT ke polisi. Saya hanya dimintai keterangan saja mengenai penemuan granat ini,” paparnya.
Mendapati laporan warga adanya penemuan granat nanas, jajaran Polsek Ciledug pun mensterilkan lokasi menggunakan garis polisi. Polisi lantas berkoordinasi dengan Tim Gegana Polda Metro Jaya untuk mengecek penemuan granat nanas tersebut. ”Granat yang ditemukan itu sudah terpendam cukup lama dan masih aktif. Kini granat sudah diamankan,” terang Kanit Reskrim Polsek Ciledug, AKP Jeferson. (cok/yuz/JPG)
sumber: jawapos.com

0 comments:
Post a Comment