Bencana tanah longsor terus meluas. Setelah Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang, kini giliran dua desa di Kecamatan Petungkriyono. Meski longsor bersekala kecil namun di dua Desa Songgodadi dan Desa Curugmuncar terdapat 10 titik bencana.
Tanah longsor diketahui sekira pukul 08.15 wib setelah beberapa jam wilayah sekitar diguyur hujan deras. Material tanah yang longsor tersebut diperkirakan terjadi pada Selasa (7/2) atau malam Rabu (8/2). Tidak tanggung, longsor menimpa akses jalan raya menuju ke Desa Curungmuncar dan Desa Songgodadi, Kecamatan Petungkriyono.
Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP Aries Tri Hartanto mengatakan, longsor tersebut disebabkan karena hujan terus menerus dalam semalaman. "Pengendara motor maupun mobil belum bisa lewat bahkan hingga saat ini cuaca masih dalam keadaan hujan teres dan berkabut," terangnya.
Sementara tanah longsor juga kembali melanda di dua desa Kecamatan Lebakbarang, pada Selasa (7/2) malam. Yakni di Desa Timbangsari Dukuh Plalar Rt 01 Rw 03 yang terjadi pada pukul 18.30 wib. Longsor diakibatkan oleh cuaca ekstrim hujan disertai angin. Tebing longsor sehingga jalan terputus.
Akibatnya 6 rumah terisolir. Rumah warga tersebut diantaranya milik Waryono (40), Kasdani (50), Casono (50) Ruwat (60) Tarmad (50), Kaliri (60). Sebelumnya, tebing di Kecamatan Lebakbarang longsor, akibatnya akses jalan menuju Desa Kutorembet tertutup material tanah sehingga mengganggu aktivitas warga sekitar.
Adanya bencana tanah longsor pada akhir-akhir ini, masyarakat yang melintasi jalur pegunungan di Kabupaten Pekalongan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, dengan intensitas hujan yang tinggi, tebing-tebing di kanan-kiri jalan di jalur pegunungan seperti di Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran, dan Kandangserang, rawan longsor. (yon/yuz/JPG)
#tanah longsor #tanah longsor meluas #enam rumah terisolir
< Sebelumnya
Efek Donald Trump, USD Diprediksi Terus Menguat
Berikutnya >
Kisah Saiful Muhajirin, Anggota Satpol PP yang Buka Kebon Baca
Rekomendasi Untuk Anda
Tanah longsor diketahui sekira pukul 08.15 wib setelah beberapa jam wilayah sekitar diguyur hujan deras. Material tanah yang longsor tersebut diperkirakan terjadi pada Selasa (7/2) atau malam Rabu (8/2). Tidak tanggung, longsor menimpa akses jalan raya menuju ke Desa Curungmuncar dan Desa Songgodadi, Kecamatan Petungkriyono.
Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP Aries Tri Hartanto mengatakan, longsor tersebut disebabkan karena hujan terus menerus dalam semalaman. "Pengendara motor maupun mobil belum bisa lewat bahkan hingga saat ini cuaca masih dalam keadaan hujan teres dan berkabut," terangnya.
Sementara tanah longsor juga kembali melanda di dua desa Kecamatan Lebakbarang, pada Selasa (7/2) malam. Yakni di Desa Timbangsari Dukuh Plalar Rt 01 Rw 03 yang terjadi pada pukul 18.30 wib. Longsor diakibatkan oleh cuaca ekstrim hujan disertai angin. Tebing longsor sehingga jalan terputus.
Akibatnya 6 rumah terisolir. Rumah warga tersebut diantaranya milik Waryono (40), Kasdani (50), Casono (50) Ruwat (60) Tarmad (50), Kaliri (60). Sebelumnya, tebing di Kecamatan Lebakbarang longsor, akibatnya akses jalan menuju Desa Kutorembet tertutup material tanah sehingga mengganggu aktivitas warga sekitar.
Adanya bencana tanah longsor pada akhir-akhir ini, masyarakat yang melintasi jalur pegunungan di Kabupaten Pekalongan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, dengan intensitas hujan yang tinggi, tebing-tebing di kanan-kiri jalan di jalur pegunungan seperti di Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran, dan Kandangserang, rawan longsor. (yon/yuz/JPG)
#tanah longsor #tanah longsor meluas #enam rumah terisolir
< Sebelumnya
Efek Donald Trump, USD Diprediksi Terus Menguat
Berikutnya >
Kisah Saiful Muhajirin, Anggota Satpol PP yang Buka Kebon Baca
Rekomendasi Untuk Anda
sumber:jawapos.com

0 comments:
Post a Comment