Meski
kalah 1-2 di Stadion Ramon Sanchez Pizuan, kandang Sevilla, Kamis
(23/2) dini hari WIB, Leicester City bersyukur bisa memetik modal gol
tandang pada leg pertama babak 16-besar Liga Champions.
Satu gol diyakini bisa memberikan keuntungan bagi juara bertahan
Premier League itu dalam menghadapi leg kedua di Stadion King Power.
Terlebih, Leicester dipaksa susah payah untuk bisa terhindar dari
kekalahan telak di kandang Sevilla.
Bagaimana tidak, hampir sepanjang laga, Sevilla lebih mendominasi
permainan. Mereka mencatat 68 persen penguasaan bola dan melepas total
20 tembakan dengan 8 di antaranya tepat sasaran. Sementara, Leicester
cuma mencatat 5 tembakan dengan dua yang mengarah ke gawang.
"Kami kalah tetapi mereka adalah tim yang sangat bagus. Skor 2-1 pada
laga tandang di Liga Champions adalah hasil yang baik. Gol tandang
berarti sangat besar, itu adalah sesuatu yang kita harap bisa
didapatkan. Kembali ke Stadion King Power, apa pun bisa terjadi," ujar
kiper Leicester, Kasper Scmheichel, kepada BBC Sports.
Scmheichel sendiri tampil apik dengan menggagalkan sejumah peluang
mencetak gol Sevilla. Termasuk saat menepis bola eksekusi penalti Joaqun
Correa pada menit ke-14.
"Itulah tugas saya di sini, Anda harus memiliki malam seperti itu.
Kami tahu hasil ini juga berkat bantuan keberuntungan. Kami dipaksa
membuat beberapa penyelamatan. Namun, setiap orang berhak mendapat
kredit," bilang Schmeichel.
Modal kekalahan 1-2 membuat Leicester cukup mengejar kemenngan 1-0
pada leg kedua di Stadion King Power untuk bisa melaju ke babak perempat
final. "Kami kalah dan itu memang mengecewakan. Kami tentu tidak akan
merayakannya. Tapi skor 2-1 dalam laga tandang di Liga Champions? Kami
akan menerimanya," pungkas dia. (ira/JPG)
sumber:jawapos.com

0 comments:
Post a Comment