Masih Asing, Siswa Takut Hadapi UNBK
Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) serentak bagi siswa SMA/SMK di sejumlah daerah belum siap. Di Kabupaten Kendal, ujian yang dilaksanakan April mendatang, masih belum sepenuhnya siap. Sejumlah siswa mengaku takut dengan perubahan pelaksanaan ujuan itu.
Tryout yang seharusnya digelar dua kali dari pusat, dua kali oleh MKKS Kendal, dan satu kali dari sekolah setempat, juga belum digelar. Siswi SMA Muhammadiyah 3 Kaliwungu, Rafida Khotima (18) mengaku tidak siap dengan UNBK. Siswi kelas XII ini takut, kalau UNBK nanti tidak berjalan lancar. ini sekolahnya belum pernah melakukan simulasi UNBK.
"Baru tahun ini sekolah ikut UNBK, sedangkan selama ini kami belum pernah ujian semester memakai komputer. Tryout untuk UNBK pun belum pernah kami ikuti," ujarnya.
Menurut Rafida, dirinya masih menginginkan jika tahun ini ujian nasional masih berupa tes tertulis. Selain belum mengerti secara teknis, dia pun merasa takut kalau hasil ujian nanti tidak dapat maksimal. "Kalau UNBK kan hasil tesnya langsung keluar saat itu juga. Jadi saya masih takut kalau nanti dapat nilai jelek," paparnya.
Sementara itu, Waka Kurikulum SMA Muhammadiyah 3 Kaliwungu, Ashar Cahyono mengatakan bahwa persiapan UNBK saat ini masih 70 persen, sehingga wajar kalau pihaknya belum bisa melakukan try out. UNBK tahun ini merupakan ujian perdana bagi sekolahnya.
Sehingga dirinya merasa tidak heran, kalau ada perasaan takut dan khawatir menghinggapi perasaan para siswa dan guru di sekolah tersebut. "Kami menyediakan 24 komputer untuk 62 siswa, yang dibagi ke dalam dua kelas. Pengadaan komputer ini baru diadakan beberapa waktu lalu, jadi siswa belum mencobanya. Namun sudah kami setting, jadi siap digunakan untuk try out akhir Februari nanti," katanya.
Selain itu, sekolah juga menaikkan daya listrik dari 2.200 watt menjadi 5.500 watt. Sedangkan untuk mengantisipasi listrik mati pada saat UNBK, pihaknya juga akan menyewa genset. "Kami harap, para siswa bisa fokus dan menjalani UNBK dengan lancar serta mendapatkan hasil yang baik," tukasnya. (yog/yuz/JPG)
Tryout yang seharusnya digelar dua kali dari pusat, dua kali oleh MKKS Kendal, dan satu kali dari sekolah setempat, juga belum digelar. Siswi SMA Muhammadiyah 3 Kaliwungu, Rafida Khotima (18) mengaku tidak siap dengan UNBK. Siswi kelas XII ini takut, kalau UNBK nanti tidak berjalan lancar. ini sekolahnya belum pernah melakukan simulasi UNBK.
"Baru tahun ini sekolah ikut UNBK, sedangkan selama ini kami belum pernah ujian semester memakai komputer. Tryout untuk UNBK pun belum pernah kami ikuti," ujarnya.
Menurut Rafida, dirinya masih menginginkan jika tahun ini ujian nasional masih berupa tes tertulis. Selain belum mengerti secara teknis, dia pun merasa takut kalau hasil ujian nanti tidak dapat maksimal. "Kalau UNBK kan hasil tesnya langsung keluar saat itu juga. Jadi saya masih takut kalau nanti dapat nilai jelek," paparnya.
Sementara itu, Waka Kurikulum SMA Muhammadiyah 3 Kaliwungu, Ashar Cahyono mengatakan bahwa persiapan UNBK saat ini masih 70 persen, sehingga wajar kalau pihaknya belum bisa melakukan try out. UNBK tahun ini merupakan ujian perdana bagi sekolahnya.
Sehingga dirinya merasa tidak heran, kalau ada perasaan takut dan khawatir menghinggapi perasaan para siswa dan guru di sekolah tersebut. "Kami menyediakan 24 komputer untuk 62 siswa, yang dibagi ke dalam dua kelas. Pengadaan komputer ini baru diadakan beberapa waktu lalu, jadi siswa belum mencobanya. Namun sudah kami setting, jadi siap digunakan untuk try out akhir Februari nanti," katanya.
Selain itu, sekolah juga menaikkan daya listrik dari 2.200 watt menjadi 5.500 watt. Sedangkan untuk mengantisipasi listrik mati pada saat UNBK, pihaknya juga akan menyewa genset. "Kami harap, para siswa bisa fokus dan menjalani UNBK dengan lancar serta mendapatkan hasil yang baik," tukasnya. (yog/yuz/JPG)
sumber:jawapos.com

0 comments:
Post a Comment