Debut memuaskan diraih Kunihiro Yamashita bersama Pusamania Borneo FC (PBFC) II. Performa bek 30 tahun itu stabil dan membuat tim lawan linglung untuk menembus pertahanan.
Pertahanan PBFC II nyaris sempurna kala beruji coba dengan tim inti. Gol semata wayang hanya mampu dipelesatkan Helder melalui titik putih usai terjadi pelanggaran Dirkir Glay di kotak terlarang. Selebihnya, Yamashita tetap menjadi aktor terbaik dalam pertandingan dua hari lalu.
"Yamashita bermain luar biasa. Komunikasinya bagus dan berduet dengan tepat di belakang bersama Dirkir. Lini pertahanan kami sudah tangguh. Hanya perlu peningkatan komunikasi saja," ujar Ricky Nelson, pelatih PBFC II.
Memiliki postur 182 sentimeter, Yamashita selalu menang duel bola atas dengan striker lawan. Tidak hanya itu, akselerasi pemain musuh dengan tenang selalu dimentahkan.
Menuai jamak pujian, bek berpaspor Jepang itu enggan jemawa. Kekalahan saat uji coba lalu pun disebutkannya tak perlu dipikirkan berlarut-larut.
"Kalah atau menang dalam sepak bola itu hal biasa. Pujian dan kritikan juga seperti itu. Sebagai pemain, saya hanya menginginkan hasil maksimal di Piala Presiden nanti," tuturnya.
Belum pernah merumput di Indonesia, Yamashita beradaptasi dengan cepat. Hampir tidak ada kendala selama berada di Samarinda. "Samarinda cuaca bagus dan kotanya ramai. Animo masyarakat terhadap sepak bola sangat tinggi. Saya bisa lihat itu saat latihan dan pertandingan uji coba," paparnya.
Hal yang perlu dibiasakan oleh Yamashita saat ini ialah penggemar yang kerap meminta foto. Pasalnya, pengalaman tersebut jarang sekali didapat saat bermain di klub-klub sebelumnya. "Tidak masalah. Saya senang bisa melayani mereka semua. Benar-benar fanatik," pungkasnya. (*/abi/is/k18/ira/JPG)
sumber:jawapos.com
Pertahanan PBFC II nyaris sempurna kala beruji coba dengan tim inti. Gol semata wayang hanya mampu dipelesatkan Helder melalui titik putih usai terjadi pelanggaran Dirkir Glay di kotak terlarang. Selebihnya, Yamashita tetap menjadi aktor terbaik dalam pertandingan dua hari lalu.
"Yamashita bermain luar biasa. Komunikasinya bagus dan berduet dengan tepat di belakang bersama Dirkir. Lini pertahanan kami sudah tangguh. Hanya perlu peningkatan komunikasi saja," ujar Ricky Nelson, pelatih PBFC II.
Memiliki postur 182 sentimeter, Yamashita selalu menang duel bola atas dengan striker lawan. Tidak hanya itu, akselerasi pemain musuh dengan tenang selalu dimentahkan.
Menuai jamak pujian, bek berpaspor Jepang itu enggan jemawa. Kekalahan saat uji coba lalu pun disebutkannya tak perlu dipikirkan berlarut-larut.
"Kalah atau menang dalam sepak bola itu hal biasa. Pujian dan kritikan juga seperti itu. Sebagai pemain, saya hanya menginginkan hasil maksimal di Piala Presiden nanti," tuturnya.
Belum pernah merumput di Indonesia, Yamashita beradaptasi dengan cepat. Hampir tidak ada kendala selama berada di Samarinda. "Samarinda cuaca bagus dan kotanya ramai. Animo masyarakat terhadap sepak bola sangat tinggi. Saya bisa lihat itu saat latihan dan pertandingan uji coba," paparnya.
Hal yang perlu dibiasakan oleh Yamashita saat ini ialah penggemar yang kerap meminta foto. Pasalnya, pengalaman tersebut jarang sekali didapat saat bermain di klub-klub sebelumnya. "Tidak masalah. Saya senang bisa melayani mereka semua. Benar-benar fanatik," pungkasnya. (*/abi/is/k18/ira/JPG)
sumber:jawapos.com

0 comments:
Post a Comment