Striker gaek Stoke City, Peter Crouch, kembali melakukan selebrasi gol bergaya robot. Itu lantaran gol yang dicetaknya ke gawang Everton, Kamis (2/2) dini hari WIB merupakan yang ke-100 di pentas Premier League. Selebrasi robot yang dikenal saat dia berkostum timnas Inggris satu dekade lalu kembali dia peragakan.
Crouch menjadi pemain ke-26 yang mampu mencetak 100 gol atau lebih di ajang Premier League. Hebatnya, dia merupakan pemain tertua yang mengemas 100 gol di Premier League. Mantan penyerang Liverpool tersebut melakukannya dalam umur 36 tahun 2 hari.
Dia mencetak gol usai memanfaatkan umpan silang dari rekannya, Marko Arnautovic. Crouch sendiri meyakini tak akan lama menunggu mencapai gol ke-100. Itu dikatakannya usai mencetak gol ke-99 saat Stoke menang 3-1 atas Sunderland, dua laga sebelumnya.
(Twitter@premierleague)
"Momen yang sangat spesial. Saya sendiri yakin tak akan lama menunggu mendapatkan momen itu dan memang benar-benar terwujud. Saya tak perlu melakukan beberapa pertandingan lagi," tutur Crouch seperti dilansir BBC Sport.
Terkait dia kembali memunculkan selebrasi robot, Crouch mengaku ingin bernostalgia dengan gaya tersebut. Terlebih, momen 100 gol jelas tak mungkin dilupakan.
"Gaya ini dikenal 10 tahun lalu dan saya pikir saya tak akan melakukannya lagi karena sudah terbayang pensiun. Saat ini saya hanya ingin menikah dan berpesta. Tapi, saya mencapai momen yang begitu luar biasa sehingga saya melakukan selebrasi tersebut," imbuhnya.
Manajer The Potters - Mark Hughes, memberikan pujian khusus kepada Crouch. Menurutnya, Crouch adalah penyerang yang jarang muncul di Inggris. Dengan tubuh tinggi, dia tak hanya jago dalam gol-gol sundulan, Crouch juga piawai mengolah bola sebelum mencetak gol lewat kedua kakinya.
"Dia adalah pemain luar biasa. Apalagi Crouch mampu mengemas 100 gol di Premier League. Tak banyak yang bisa melakukannya. Semua berbicara tentang personal dan karakter dia. Crouch adalah pesepak bola lain dari yang lain," pungkas Hughes. (epr/JPG)
sumber.jawapos.com
Crouch menjadi pemain ke-26 yang mampu mencetak 100 gol atau lebih di ajang Premier League. Hebatnya, dia merupakan pemain tertua yang mengemas 100 gol di Premier League. Mantan penyerang Liverpool tersebut melakukannya dalam umur 36 tahun 2 hari.
Dia mencetak gol usai memanfaatkan umpan silang dari rekannya, Marko Arnautovic. Crouch sendiri meyakini tak akan lama menunggu mencapai gol ke-100. Itu dikatakannya usai mencetak gol ke-99 saat Stoke menang 3-1 atas Sunderland, dua laga sebelumnya.
(Twitter@premierleague)
"Momen yang sangat spesial. Saya sendiri yakin tak akan lama menunggu mendapatkan momen itu dan memang benar-benar terwujud. Saya tak perlu melakukan beberapa pertandingan lagi," tutur Crouch seperti dilansir BBC Sport.
Terkait dia kembali memunculkan selebrasi robot, Crouch mengaku ingin bernostalgia dengan gaya tersebut. Terlebih, momen 100 gol jelas tak mungkin dilupakan.
"Gaya ini dikenal 10 tahun lalu dan saya pikir saya tak akan melakukannya lagi karena sudah terbayang pensiun. Saat ini saya hanya ingin menikah dan berpesta. Tapi, saya mencapai momen yang begitu luar biasa sehingga saya melakukan selebrasi tersebut," imbuhnya.
Manajer The Potters - Mark Hughes, memberikan pujian khusus kepada Crouch. Menurutnya, Crouch adalah penyerang yang jarang muncul di Inggris. Dengan tubuh tinggi, dia tak hanya jago dalam gol-gol sundulan, Crouch juga piawai mengolah bola sebelum mencetak gol lewat kedua kakinya.
"Dia adalah pemain luar biasa. Apalagi Crouch mampu mengemas 100 gol di Premier League. Tak banyak yang bisa melakukannya. Semua berbicara tentang personal dan karakter dia. Crouch adalah pesepak bola lain dari yang lain," pungkas Hughes. (epr/JPG)
sumber.jawapos.com

0 comments:
Post a Comment