Belanja di Minimarket, Waspada Oknum Pegawai Ganti Harga
Dugaan permainan harga di minimarket atau toko modern berjejaring meresahkan warga. Harga yang tertera di rak seringkali berbeda saat membayar di kasih. Seperi yang dialami Yono (33) saat berbelanja di minimarket Jalan Raya Bahurekso, Desa Kebonagung, Kecamatan Kajen, Selasa (7/2).
Dia menjadi korban penipuan harga di toko jejaring itu. Kecurigaan itu terjadi sejak dua minggu lalu ketika dia membeli sebuah kopi produk Nescafe Green 10x20gr dengan harga yang tertera di rak Rp 8.900.
Namun harga tersebut tidak sesuai dengan harga ketika dibayar di kasir. Setelah dibayar harganya menjadi Rp 18.200. Ia tidak menghiraukan selisih harga tersebut, lantaran mengira dia salah melihat harga. Namun lantaran penasaran, dia mencoba mengambil kopi dengan merk yang sama. Harga tertera di rak masih tetap Rp 8.900.
Dia pun tak hanya mengambil satu bungks kopi melainkan dengan sejumlah barang kebutuhan keluarga seperti pampers, minuman, dan sabun cair. Setelah dihitung total harga, ia menyerahkan uang kepada kasir. Namun, dia kembali mengecek struk dan mendapati kejanggalan karena harga kopi tertera Rp 18.200.
Karena ada kejanggalan, dia kembali masuk dan mengecek harga yang ada di rak. Karena harga tak sesuai, kemudian sang kasir pun diminta untuk menunjukan harga yang sebenarnya.
"Ketika saya klarifikasi petugas mengaku salah menaruh harga, sedangkan di rak tidak ada papan harga Rp 18.200. Karena saya kecewa akhirnya saya tidak jadi membeli kopi tersebut dan minta ganti kopi lainnya," katanya.
Sementara itu, saat Radar Pekalongan (Jawa Pos Group) hendak konfirmasi adanya peristiwa itu, para petugas berdalih penanggung jawab tersebut sedang libur. Bahkan ketika dimintai nomor hp, kasir dan petugas lainnya mengaku tidak punya no HP Penanggung jawab toko tersebut. (yon/yuz/JPG)
sumber:jawapos.com
Dugaan permainan harga di minimarket atau toko modern berjejaring meresahkan warga. Harga yang tertera di rak seringkali berbeda saat membayar di kasih. Seperi yang dialami Yono (33) saat berbelanja di minimarket Jalan Raya Bahurekso, Desa Kebonagung, Kecamatan Kajen, Selasa (7/2).
Dia menjadi korban penipuan harga di toko jejaring itu. Kecurigaan itu terjadi sejak dua minggu lalu ketika dia membeli sebuah kopi produk Nescafe Green 10x20gr dengan harga yang tertera di rak Rp 8.900.
Namun harga tersebut tidak sesuai dengan harga ketika dibayar di kasir. Setelah dibayar harganya menjadi Rp 18.200. Ia tidak menghiraukan selisih harga tersebut, lantaran mengira dia salah melihat harga. Namun lantaran penasaran, dia mencoba mengambil kopi dengan merk yang sama. Harga tertera di rak masih tetap Rp 8.900.
Dia pun tak hanya mengambil satu bungks kopi melainkan dengan sejumlah barang kebutuhan keluarga seperti pampers, minuman, dan sabun cair. Setelah dihitung total harga, ia menyerahkan uang kepada kasir. Namun, dia kembali mengecek struk dan mendapati kejanggalan karena harga kopi tertera Rp 18.200.
Karena ada kejanggalan, dia kembali masuk dan mengecek harga yang ada di rak. Karena harga tak sesuai, kemudian sang kasir pun diminta untuk menunjukan harga yang sebenarnya.
"Ketika saya klarifikasi petugas mengaku salah menaruh harga, sedangkan di rak tidak ada papan harga Rp 18.200. Karena saya kecewa akhirnya saya tidak jadi membeli kopi tersebut dan minta ganti kopi lainnya," katanya.
Sementara itu, saat Radar Pekalongan (Jawa Pos Group) hendak konfirmasi adanya peristiwa itu, para petugas berdalih penanggung jawab tersebut sedang libur. Bahkan ketika dimintai nomor hp, kasir dan petugas lainnya mengaku tidak punya no HP Penanggung jawab toko tersebut. (yon/yuz/JPG)
sumber:jawapos.com

0 comments:
Post a Comment