Angkutan Sekolah di Pulau Seribu Sangat Minim
Kapal motor yang mengangkut siswa di Kabupaten Kepulauan Seribu jauh dari kata cukup. Saat ini, sebanyak 500-an siswa tingkat SD, SMP, dan SMA yang bersekolah di wilayah itu, hanya dilayani 3 unit kapal sekolah. Akibatnya, setiap hari mereka harus mengantre dan bergantian menunggu untuk berangkat dan pulang ke rumah.
"Minimnya sarana angkutan sekolah bagi siswa di Pulau Seribu sangat menyulitkan. Kami sudah sering menemukan di lapangan para siswa berebut naik kapal. Jadi sering kapal diisi muatan melebihi kapasitas sehingga sangat membahayakan keselamatan para siswa tersebut," ujar Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto, kemarin (8/2).
Sugiyanto berharap, adanya penambahan jumlah kapal yang memadai. Setidaknya jumlah ideal kapal yang dibutuhkan adalah 12 unit. Kapasitas angkut kapal minimal harus 50 orang dengan kualitas mesin dan bodi kapal yang bagus. "Dengan begitu para siswa tidak perlu berdesakan dan kapal tidak diisi melebihi daya angkut," katanya.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Syarifuddin merasa heran karena Pemprov DKI Jakarta belum mengoperasikan kapal sekolah untuk kebutuhan transportasi peserta didik di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Dia mengingatkan jangan sampai terhentinya operasional kapal menganggu aktivitas belajar dan mengajar.
"Pengadaan kapal sekolah merupakan usulan dari masyarakat karena lokasi sekolah yang berbeda dengan tempat tinggal," ungkapnya. Dia menambahkan, peralihan secara kelembagaan semestinya dapat diantisipasi. Sehingga, kapal sekolah dapat beroperasi seperti biasa. "Kapal sekolah harus segera dioperasikan kembali," desaknya.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, instansi sudah memprogramkan penambahan kapal sekolah untuk siswa di Pulau Seribu. Namun pihaknya masih menunggu jawaban dari Inspektorat DKI agar tidak terjadi mal administrasi terkait perubahan manajemen.
"Bila anggaran yang masih ada di Sudinhub Kepulauan Seribu bisa digunakan, kapal sekolah segera dioperasikan," terangnya. Saat ini, hanya tiga unit kapal sekolah yang dioperasikan untuk melayani ratusan siswa Kepulauan Seribu rute Pulau Panggang-Pulau Pramuka, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Ditanya terkait kelangkaan kapal, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Perhubungan Kepulauan Seribu Suherman mengatakan, tiga unit kapal sekolah itu berkapasitas 50 tempat duduk. "Kita operasikan rute Pulau Panggang-Pulau Pramuka. Hari ini masih uji coba rute dan mereka kita antar jemput secara gratis. Kita antar ke sekolah mulai pukul 05.30 pagi, 2 rit perjalanan begitu sebaliknya pulang pun akan dijemput," ujarnya.
Suherman menambahkan, pengoprasian tiga unit kapal sekolah sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warga Kepulauan Seribu, khususnya pelajar. Sehingga mereka lebih giat lagi dalam menuntut ilmu pengetahuan.
"Semoga anak-anak sekolah lebih rajin dan giat dalam menimbah ilmu dan tidak lagi datang terlambat ke sekolah," harapnya. Seperti diketahui, penambahan kapal sekolah belum dapat dilakukan karena adanya perubahan organisasi perangkat daerah.
Manajemen kapal sekolah beralih dari Sudinhub Kepulauan Seribu ke Unit Pengelola Angkutan Perairan dan Kepelabuhan (UP-APK) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. (wok/yuz/JPG)
"Minimnya sarana angkutan sekolah bagi siswa di Pulau Seribu sangat menyulitkan. Kami sudah sering menemukan di lapangan para siswa berebut naik kapal. Jadi sering kapal diisi muatan melebihi kapasitas sehingga sangat membahayakan keselamatan para siswa tersebut," ujar Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto, kemarin (8/2).
Sugiyanto berharap, adanya penambahan jumlah kapal yang memadai. Setidaknya jumlah ideal kapal yang dibutuhkan adalah 12 unit. Kapasitas angkut kapal minimal harus 50 orang dengan kualitas mesin dan bodi kapal yang bagus. "Dengan begitu para siswa tidak perlu berdesakan dan kapal tidak diisi melebihi daya angkut," katanya.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Syarifuddin merasa heran karena Pemprov DKI Jakarta belum mengoperasikan kapal sekolah untuk kebutuhan transportasi peserta didik di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Dia mengingatkan jangan sampai terhentinya operasional kapal menganggu aktivitas belajar dan mengajar.
"Pengadaan kapal sekolah merupakan usulan dari masyarakat karena lokasi sekolah yang berbeda dengan tempat tinggal," ungkapnya. Dia menambahkan, peralihan secara kelembagaan semestinya dapat diantisipasi. Sehingga, kapal sekolah dapat beroperasi seperti biasa. "Kapal sekolah harus segera dioperasikan kembali," desaknya.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, instansi sudah memprogramkan penambahan kapal sekolah untuk siswa di Pulau Seribu. Namun pihaknya masih menunggu jawaban dari Inspektorat DKI agar tidak terjadi mal administrasi terkait perubahan manajemen.
"Bila anggaran yang masih ada di Sudinhub Kepulauan Seribu bisa digunakan, kapal sekolah segera dioperasikan," terangnya. Saat ini, hanya tiga unit kapal sekolah yang dioperasikan untuk melayani ratusan siswa Kepulauan Seribu rute Pulau Panggang-Pulau Pramuka, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Ditanya terkait kelangkaan kapal, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Perhubungan Kepulauan Seribu Suherman mengatakan, tiga unit kapal sekolah itu berkapasitas 50 tempat duduk. "Kita operasikan rute Pulau Panggang-Pulau Pramuka. Hari ini masih uji coba rute dan mereka kita antar jemput secara gratis. Kita antar ke sekolah mulai pukul 05.30 pagi, 2 rit perjalanan begitu sebaliknya pulang pun akan dijemput," ujarnya.
Suherman menambahkan, pengoprasian tiga unit kapal sekolah sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warga Kepulauan Seribu, khususnya pelajar. Sehingga mereka lebih giat lagi dalam menuntut ilmu pengetahuan.
"Semoga anak-anak sekolah lebih rajin dan giat dalam menimbah ilmu dan tidak lagi datang terlambat ke sekolah," harapnya. Seperti diketahui, penambahan kapal sekolah belum dapat dilakukan karena adanya perubahan organisasi perangkat daerah.
Manajemen kapal sekolah beralih dari Sudinhub Kepulauan Seribu ke Unit Pengelola Angkutan Perairan dan Kepelabuhan (UP-APK) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. (wok/yuz/JPG)
sumber:jawapos.com

0 comments:
Post a Comment