Puisi Teatrikal Manusia Istana, Kritikan Halus untuk Penguasa
Seniman Radhar Panca Dahana sangat vokal dalam mengubah kehidupan banyak orang lewat puisi. Sabtu lalu (28/1), dia menampilkan puisi teatrikal berjudul Manusia Istana di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Sarat makna, puisi teatrikal yang disutradarainya itu terinspirasi dari antologi buku puisi Radhar yang berjudul sama.
‘‘Saya nggak ingin seperti banyak penyair sebelumnya yang vokal dan konfliktual dengan penguasa. Tapi, saya mencoba untuk lebih soft dalam pengungkapan, dengan makna yang lebih tajam dan dalam supaya kesannya sampai ke pendengar,’’ jelas Radhar kepada Tim Zetizen.
Radhar Panca juga mengungkapkan kekuatan dari seni sastra. Menurut dia, seni sastra begitu kuat karena membaca substansi, bukan sensasi. ‘‘Tafsir sastra itu berbeda dengan ideologi ataupun ilmiah. Dalam sastra, satu pernyataan yang ditafsirkan 10 orang bisa menghasilkan 10 pemahaman berbeda. Karenanya, demokrasi yang sebenarnya itu sastra,’’ imbuh founder sekaligus Ketua Federasi Teater Indonesia ini.
Beberapa artis ibu kota turut meramaikan pementasan puisi teatrikal Manusia Istana. Mereka diantaranya adalah adik-kakak Olivia dan Marcella Zalianty, Dinda Kanya Dewi, serta Cornelia Agatha. Selain itu, Slank dan Toni Q Rastafara juga ikut ambil bagian. Mereka terbilang sukses membawakan puisi yang sarat kandungan politik.Pada awal pementasan yang diproduseri Olivia Zalianty ini, Radhar Panca tampil sebagai pembuka dengan membacakan puisinya secara lantang. Dia mencoba menyindir kehidupan ekonomi yang semakin sulit. Beberapa artis yang terlibat pun tampil bergantian. Salah satunya adalah Dinda yang menjadi pejabat publik. Meski persiapannya lebih sedikit dibanding artis lain, dia tampil sempurna dengan membahas sistem kekuasaan saat ini.
‘‘Lihat Aku, Masa dalam mimpi-mu, pilihan tanpa sanksi. Penguasa segala kroni, penyambung lidah korporasi.’’
- Dinda Kanya Dewi dalam Manusia Istana
Sebanyak 20 puisi dibacakan dalam pementasan puisi teatrikal Manusia Istana. Nggak cuma ditampilkan secara kaku, puisi yang dibaca juga disertai tata artistik, misalnya video streaming dan video mapping yang digunakan saat Marcella membaca puisi sebagai hantu. (*)
‘‘Saya nggak ingin seperti banyak penyair sebelumnya yang vokal dan konfliktual dengan penguasa. Tapi, saya mencoba untuk lebih soft dalam pengungkapan, dengan makna yang lebih tajam dan dalam supaya kesannya sampai ke pendengar,’’ jelas Radhar kepada Tim Zetizen.
Radhar Panca juga mengungkapkan kekuatan dari seni sastra. Menurut dia, seni sastra begitu kuat karena membaca substansi, bukan sensasi. ‘‘Tafsir sastra itu berbeda dengan ideologi ataupun ilmiah. Dalam sastra, satu pernyataan yang ditafsirkan 10 orang bisa menghasilkan 10 pemahaman berbeda. Karenanya, demokrasi yang sebenarnya itu sastra,’’ imbuh founder sekaligus Ketua Federasi Teater Indonesia ini.
Beberapa artis ibu kota turut meramaikan pementasan puisi teatrikal Manusia Istana. Mereka diantaranya adalah adik-kakak Olivia dan Marcella Zalianty, Dinda Kanya Dewi, serta Cornelia Agatha. Selain itu, Slank dan Toni Q Rastafara juga ikut ambil bagian. Mereka terbilang sukses membawakan puisi yang sarat kandungan politik.Pada awal pementasan yang diproduseri Olivia Zalianty ini, Radhar Panca tampil sebagai pembuka dengan membacakan puisinya secara lantang. Dia mencoba menyindir kehidupan ekonomi yang semakin sulit. Beberapa artis yang terlibat pun tampil bergantian. Salah satunya adalah Dinda yang menjadi pejabat publik. Meski persiapannya lebih sedikit dibanding artis lain, dia tampil sempurna dengan membahas sistem kekuasaan saat ini.
‘‘Lihat Aku, Masa dalam mimpi-mu, pilihan tanpa sanksi. Penguasa segala kroni, penyambung lidah korporasi.’’
- Dinda Kanya Dewi dalam Manusia Istana
Sebanyak 20 puisi dibacakan dalam pementasan puisi teatrikal Manusia Istana. Nggak cuma ditampilkan secara kaku, puisi yang dibaca juga disertai tata artistik, misalnya video streaming dan video mapping yang digunakan saat Marcella membaca puisi sebagai hantu. (*)
sumber: zetizen.com

0 comments:
Post a Comment