Mengenal Makna dibalik Penampilan Performer 69 Performance Club
Di Indonesia, masih banyak orang yang nggak mengerti makna performance art. Malah, banyak yang menganggap performance art cuma bentuk seni asal-asalan yang nggak bermakna. Padahal, hal itu samasekali nggak benar.
Disitulah 69 Performance Club mencgambil peran. Bertekad mewadahi kreasi para seniman performance art dalam
merefleksikan kehidupan sehari-hari mereka, klub ini merupakan buah
inisiatif komunitas Forum Lenteng. Nama “69” sendiri diambil dari nomor
rumah lokasi Forum Lenteng di Jl. H. Saidi no. 69 Tanjung Barat,
Jakarta.
Dalam perjalanannya, penampilan para seniman diabadikan dalam bentuk
video. Tiap video cenderung punya arti eksplisit yang berakar dari
perasaan dan impresi para lakonnya terhadap berbagai masalah
sehari-hari. berikut beberapa diantaranya.
Dari dua penampilan diatas, secara kasat mata, rasanya akan banyak
tafsir yang muncul dalam benak penonton. Apa sih yang dia lakukan? Apa
yang coba dia sampaikan?
Hal ini dijelaskan Ragil Dwi Putra, salah satu anggota 69 Performance
Club sebagai bentuk impresi dari makna yang disampaikan. Tiap gerakan
mewakili sebuah makna dan pesan tersendiri.
Tentunya, sebagai salah satu performer, Ragil juga punya
penampilannya sendiri. karyanya dicantumkan dalam website 69 Performance
Club. Salah satunya berjudul Menjadi Beberapa Bagian.
“Mental kita di depan kamera mempengaruhi gestur kita. Ketika kita di
depan kamera secara sadar kita seperti diperhatikan oleh mata. Karena
itu saya menguji seberapa lama tubuh saya bisa bertahan di depan sorotan
kamera. Gerakan palu dan cermin itu pun disimulasikan untuk
mengintervensi penonton.” Ungkap Ragil.
Digambarkan sebagai bentuk seni dari pengalaman para artis terhadap
lingkungannya, penampilan dalam Klub ini cenderung mengangkat tema
sosial, budaya, dan politik. Yang jelas, segala bentuk performance itu
nggak lepas dari esensi ‘kuratorial’ yang selalu mereka bawa.
“Mental kita di depan kamera mempengaruhi gestur kita. Ketika kita di depan kamera secara sadar kita seperti diperhatikan oleh mata," - Ragil
Meski memang merupakan aliran seni minoritas, Komunitas ini sangat
terbuka untuk berdiskusi. Mereka bahkan mengakui kalau tak jarang,mereka
juga mendapat ilmu baru dari hasil diskusi. Untuk berdiskusi, hanya ada
satu syarat yang harus dipenuhi. Yakni, penonton harus mengetahui dulu
makna performance art. Tujuannya, agar kerangka berpikir dan arah diskusi bisa sejalan.
Nah, buat kamu yang tertarik dengan performance art, kamu
bisa banget kepo 69 Performance Club lebih jauh. Kamu bisa melihat
karya-karya mereka, atau mengecek jadwal workshopnya langsung di laman
web mereka di http://69performance.club/. Kamu juga bisa mencoba mengikuti kegiatan mereka yang biasanya dihelat tiap tanggal 6 dan tanggal 9 setiap bulannya.
sumber:zetizen.com

0 comments:
Post a Comment