Baru dua bulan dipermak, kawasan wisata di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, ini sudah mencuri perhatian wisatawan. Panorama indah berlatar belakang perbukitan plus taman dan Kafe Sawah, telah menjadi destinasi wisata alternatif. Lokasi ini menjadi tempat favorit ber-selfie ria. Karena itu, dalam catatan pihak desa, setidaknya ada 5.000 wisatawan yang berkunjung per bulan.
Kepala Desa (Kades) Pujon Kidul Udi Hartoko yang ditemui di Kafe Sawah, membenarkan, keberadaan spot selfie ini mendongkrak kunjungan wisata. Pendapatan desa pun ikut terkerek. Dalam satu tahun, pendapatan asli desa (PADes) Pujon Kidul menembus Rp 80 juta. Ini capaian PADes tertinggi dibandingkan dengan 377 desa lain se-Kabupaten Malang. Rata-rata desa lain hanya mendapatkan PADes antara Rp 8 juta–Rp 10 juta.
”Targetnya bisa hingga Rp 100 juta. Syukur-syukur bila bisa mencapai Rp 150 juta,” terang Udi.
Pendapatan itu berasal dari jasa parkir, retribusi warung, dan pajak homestay. Hingga saat ini sudah ada 53 homestay yang ada di Pujon Kidul. Karena itu, desa ini lolos lima besar desa wisata nasional kategori homestay pada 2016 lalu.
Udi Hartoko belum puas dengan destinasi seluas 6.397 meter persegi di persawahan yang ada sekarang. Karena itu, dia bersama pengelola sudah merancang fasilitas tambahan berupa meeting room dengan konsep terbuka. Selain itu, ada wisata edukasi pengembangan budi daya padi organik. Juga disiapkan area bank sampah yang di-support dari corporate social responsibility (CSR) salah satu bank swasta. ”Ya, namanya juga lokasi wisata. Tentu ada banyak potensi sampahnya, itu yang harus kami atasi,” sambung Udi.
Tak hanya itu saja, karena ada pengembangan berupa arena berkuda. Ini untuk mewadahi masyarakat yang memiliki peliharaan kuda.
Dengan beragam kreativitas itulah, Pujon Kidul pada awal Desember 2016, didapuk sebagai Desa Program Kampung Iklim (Proklim) Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hanya ada 22 desa di seluruh Indonesia yang didapuk sebagai Desa Proklim.
Dari Jawa Timur, hanya diwakili Desa Pujon Kidul saja. Karena itu, desa ini juga menjadi peserta lomba pengelolaan homestay tingkat ASEAN. ”Pujon Kidul yang masuk lima besar terbaik homestay, kami ikutkan lomba di tingkat ASEAN,” tambah Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara. (by/c2/abm)
sumber: jawapos.com
Kepala Desa (Kades) Pujon Kidul Udi Hartoko yang ditemui di Kafe Sawah, membenarkan, keberadaan spot selfie ini mendongkrak kunjungan wisata. Pendapatan desa pun ikut terkerek. Dalam satu tahun, pendapatan asli desa (PADes) Pujon Kidul menembus Rp 80 juta. Ini capaian PADes tertinggi dibandingkan dengan 377 desa lain se-Kabupaten Malang. Rata-rata desa lain hanya mendapatkan PADes antara Rp 8 juta–Rp 10 juta.
”Targetnya bisa hingga Rp 100 juta. Syukur-syukur bila bisa mencapai Rp 150 juta,” terang Udi.
Pendapatan itu berasal dari jasa parkir, retribusi warung, dan pajak homestay. Hingga saat ini sudah ada 53 homestay yang ada di Pujon Kidul. Karena itu, desa ini lolos lima besar desa wisata nasional kategori homestay pada 2016 lalu.
Udi Hartoko belum puas dengan destinasi seluas 6.397 meter persegi di persawahan yang ada sekarang. Karena itu, dia bersama pengelola sudah merancang fasilitas tambahan berupa meeting room dengan konsep terbuka. Selain itu, ada wisata edukasi pengembangan budi daya padi organik. Juga disiapkan area bank sampah yang di-support dari corporate social responsibility (CSR) salah satu bank swasta. ”Ya, namanya juga lokasi wisata. Tentu ada banyak potensi sampahnya, itu yang harus kami atasi,” sambung Udi.
Tak hanya itu saja, karena ada pengembangan berupa arena berkuda. Ini untuk mewadahi masyarakat yang memiliki peliharaan kuda.
Dengan beragam kreativitas itulah, Pujon Kidul pada awal Desember 2016, didapuk sebagai Desa Program Kampung Iklim (Proklim) Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hanya ada 22 desa di seluruh Indonesia yang didapuk sebagai Desa Proklim.
Dari Jawa Timur, hanya diwakili Desa Pujon Kidul saja. Karena itu, desa ini juga menjadi peserta lomba pengelolaan homestay tingkat ASEAN. ”Pujon Kidul yang masuk lima besar terbaik homestay, kami ikutkan lomba di tingkat ASEAN,” tambah Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara. (by/c2/abm)
sumber: jawapos.com

0 comments:
Post a Comment